BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani mengatakan bahwa kehadiran batik sawit merupakan inovasi baru yang harus mendapat dukungan dari semua pihak.
Hal ini diungkapkan Askolani dalam kegiatan puncak Pekan Raya Bea Cukai atau PRBC 2024 yang mengusung tema "Berkarya Bersama Membangun Bangsa" yang dilaksanakan di Kantor Pusat Direktorat Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur pekan lalu.
Rangkaian kegiatan PRBC 2024, meliputi UMKM Week, UMKM Fair, Customs and Excise Festival for High School, Customs and Excise Festival for University, dan Customs and Excise Economics Seminar.
CV Smart Batik Indonesia yang merupakan UMKM binaan Kemenkeu Satu DIY, yang sekaligus mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS ikut ambil bagian dalam kegiatan UMKM Fair dan hadir secara langsung untuk mengenalkan inovasi terbaru yang dikembangkan satu tahun ini, yaitu Batik Sawit.
Inovasi Batik Sawit yang dikembangkan CV Smart Batik Indonesia ini memperoleh banyak apresiasi dari pengunjung, khususnya oleh pegawai-pegawai Bea Cukai.
--page
Apresiasi juga disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani. Menurut orang nomor satu di Bea Cukai tersebut, inovasi batik sawit harus terus didukung untuk dikembangkan.
"Selamat kepada Batik Sawit yang mempunyai inovasi baru dan dibina oleh BPDPKS. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mensupport dan membantu mengembangkan usaha yang dilakukan," ungkap Askolani.
PRBC merupakan kegiatan tahunan dalam rangka memberikan edukasi kepada berbagai lapisan masyarakat yang dikemas dalam bentuk sosialisasi, lomba, dan pameran yang diselenggarakan secara daring maupun luring. (TESTI PRISCILLA/y)









