**Borneonews - Labuan Bajo**, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memberikan imbauan kepada pemilik kapal wisata agar memastikan kelayakan kapal mereka sebelum melakukan pelayaran baik di perairan Labuan Bajo maupun di kawasan Taman Nasional Komodo. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan laut yang dapat membahayakan keselamatan.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengungkapkan pentingnya hal ini karena kecelakaan kapal yang sering terjadi di Labuan Bajo sebagian besar dipicu oleh faktor alam. Perairan di kawasan tersebut dikenal dengan kondisi pasang surut yang bisa mencapai ketinggian sekitar 2 meter. Perubahan kondisi pasang surut yang tiba-tiba bisa mengakibatkan terbentuknya pusaran-pusaran air yang berbahaya bagi kapal yang melintas.
Dalam kesempatan itu, Stephanus juga mengingatkan bahwa pemilik kapal perlu memperhatikan *Notice to Mariners* yang dikeluarkan oleh KSOP, berkaitan dengan larangan berlayar akibat cuaca yang buruk. Kesadaran akan kondisi cuaca sangat krusial, sehingga para pelaku pariwisata diminta untuk selalu memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui *Ocean Forecast System* (OFS), yang bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Informasi tersebut juga disampaikan melalui akun Instagram KSOP dan WhatsApp Group sebagai upaya untuk menginformasikan potensi darurat di area tertentu.
Stephanus menegaskan pentingnya laporan segera dari awak kapal kepada instansi terkait atau Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan jika terjadi keadaan darurat. Kapal-kapal yang mengalami masalah diharapkan bisa segera berkoordinasi dengan Basarnas atau instansi yang memiliki peralatan utama untuk keselamatan.
Ia juga mendorong agar setiap awak kapal bersikap responsif jika melihat kapal lain dalam kondisi darurat, dan segera mengambil langkah untuk melakukan penyelamatan. Dalam upaya meningkatkan keselamatan, KSOP telah melakukan pemetaan dan identifikasi titik-titik dalam perairan Labuan Bajo yang dianggap rawan. Ada sepuluh titik berbahaya yang telah diseleksi, dengan perairan Batu Tiga menjadi yang paling rawan terhadap arus kuat. Dalam kondisi tertentu, pusaran arus bisa terjadi hanya dalam waktu setengah jam, dan KSOP berharap agar para nakhoda dapat menghindari wilayah tersebut guna mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Stephanus juga menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke perairan laut Labuan Bajo semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data *SPB* (Surat Persetujuan Berlayar), tahun lalu pada saat puncak musim kunjungan, sekitar 120 kapal beroperasi dalam sehari. Sedangkan tahun ini, jumlah tersebut hampir mencapai 300 kapal, yang berarti dibutuhkan tambahan sumber daya manusia untuk mengelola kapal-kapal wisata dengan baik dalam menghadapi lonjakan kunjungan ini.
ANTARA
Imbauan KSOP Labuan Bajo untuk Pastikan Kelayakan Kapal Wisata
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







