MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang lebih akrab disapa Cak Imin, menyatakan bahwa meskipun partainya telah resmi bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), pihaknya menyerahkan sepenuhnya penentuan jatah menteri dalam kabinet pemerintahan baru kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka. Cak Imin menjelaskan, "Prinsipnya, PKB secara moral akan mendukung dan berkomitmen untuk menyukseskan pemerintahan Pak Prabowo." Pernyataan ini disampaikan setelah ia mengikuti acara Sespim Sekolah Pemimpin Perubahan (SPP) PKB Zona VII yang diadakan di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada hari Jumat. Lebih lanjut, Muhaimin menegaskan bahwa PKB memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, ia menambahkan bahwa partainya tidak merasa memiliki kewajiban untuk ikut serta dalam pembahasan terkait jatah menteri. "Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo untuk menentukan susunan kabinetnya," jelasnya. Berkenaan dengan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pertemuan antara Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Cak Imin menjawab singkat, "Saya belum tahu." Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PKB, M. Hanif Dhakiri, menyatakan bahwa PKB telah resmi bergabung dalam KIM untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia juga menggarisbawahi bahwa pengusulan nama menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden terpilih, Prabowo Subianto. Saat ditanya apakah sudah ada permintaan untuk mencalonkan nama-nama menteri dari pihak koalisi, Hanif mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada permintaan tersebut yang diterima oleh PKB. "Setahu saya, belum ada (permintaan). Namun kami sepenuhnya mempercayakan hal ini kepada presiden terpilih dan Gus Muhaimin sebagai ketua umum terpilih," tuturnya. Sebelumnya, beredar informasi bahwa sejumlah partai politik pendukung dalam koalisi KIM diminta untuk menyerahkan nama kader mereka sebagai calon menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran yang akan mulai dibentuk setelah pelantikan pada 20 Oktober 2024. Penentuan komposisi kabinet, baik dari jumlah maupun nomenklatur kementerian, diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu lima hari sebelum pelantikan, sementara informasi yang beredar menyebutkan kemungkinan jumlah menteri akan bertambah menjadi 44. ANTARA