MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengambil langkah signifikan dengan mendirikan sekolah khusus untuk para lansia di Desa Pemenang. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut. Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu, mengungkapkan bahwa hadirnya sekolah lansia ini merupakan kontribusi yang sangat berarti bagi komunitas lanjut usia di daerahnya. Pernyataan tersebut disampaikan pada acara yang juga merayakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan hari kontrasepsi sedunia, di mana acara tersebut turut dirangkai dengan peresmian Sekolah Lansia Tebango Tangguh. Sekolah lansia ini memiliki visi untuk memberikan ruang bagi para lansia untuk terus belajar, berinteraksi, dan mengembangkan diri. Bupati Djohan menegaskan bahwa usia tidak seharusnya dijadikan penghalang bagi individu untuk terus berkarya dan berkontribusi kepada masyarakat. Dia juga berharap agar keberadaan sekolah ini dapat meluas ke seluruh wilayah Kabupaten Lombok Utara. Dengan demikian, para orang tua diharapkan tidak hanya menjadi beban bagi anak-anak mereka, tetapi justru dapat mengambil peran sebagai pelaku aktif dalam pembangunan daerah. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2KBPMD) Lombok Utara, Malasiswadi, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Diharapkan, melalui program ini, kualitas sumber daya manusia di Lombok Utara bisa meningkat. Selanjutnya, dipaparkan bahwa peringatan Harganas ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi semua pihak bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang memiliki peran sangat penting dalam pembangunan negara. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada lahirnya generasi yang berkualitas, yang kelak akan menjadi pelaku dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara. Dalam rangkaian peringatan Harganas 2024, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, termasuk pelayanan keluarga berencana dengan target 1.300, yang telah melampaui target tersebut. Selain itu, pelayanan keluarga berencana tingkat dunia dengan target 1.600 juga telah digelar untuk menambah kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga berencana. ANTARA