JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Politikus dari Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menyampaikan dukungannya terhadap potensi bergabungnya PDI Perjuangan dengan koalisi pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam rangka mendorong pembangunan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Bambang, yang akrab disapa Bamsoet, mengungkapkan bahwa keputusan terkait kerjasama ini sepenuhnya berada di tangan para pemimpin koalisi. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara partai-partai politik, dengan tujuan bersama untuk membangun perekonomian nasional. "Jika semua pihak bersatu dalam satu visi, tentu ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi yang sedang menjadi fokus utama kita saat ini," imbuhnya saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Lebih lanjut, Bamsoet juga menyoroti kemungkinan pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Megawati Soekarnoputri, yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan. Ia percaya bahwa jika semua pemimpin bangsa dapat berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama, maka hal tersebut akan sangat bermanfaat dan konstruktif bagi negara. Dalam pandangannya, stabilitas politik adalah fondasi penting untuk mendorong pembangunan ekonomi. "Jika situasi politik mendukung, pemimpin dapat bersatu, tentu saja para investor akan merasa lebih nyaman dan percaya diri untuk berinvestasi di Indonesia," tegas Bamsoet. Sebaliknya, ketidakkompakan antar pemimpin justru akan menimbulkan keraguan bagi calon investor. Bamsoet menjelaskan bahwa penguatan sektor ekonomi sangat krusial agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan, terutama dalam menghadapi tantangan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran yang meningkat di Indonesia. "Kami berupaya memulihkan pabrik-pabrik yang saat ini mengalami kesulitan, terutama sektor padat karya seperti tekstil. Kami berharap agar dalam satu tahun ke depan, pemulihan bisa dilakukan sehingga masyarakat dapat kembali bekerja," ujarnya. Sebelumnya, pada Selasa, 17 September, Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menjelaskan bahwa pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri tidak terkait dengan pembagian kursi menteri. Ia menekankan bahwa dialog antar pemimpin adalah langkah positif untuk menjaga moralitas publik. "Tidak ada hubungannya jika kemudian PDI Perjuangan bertemu lalu mendapat jatah menteri, atau jika tidak bertemu lalu mengeluh. Itu bukanlah spirit yang kami anut," katanya di kompleks parlemen. Said Abdullah juga mengajak masyarakat untuk tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan bahwa pertemuan tersebut adalah sinyal bahwa PDI Perjuangan akan bergabung dengan koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menegaskan bahwa momentum pertemuan tersebut akan semakin mendekat menjelang pelantikan presiden yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2024. ANTARA