BANTEN –
**Borneonews - Cilegon**, Pemerintah Kota Cilegon, yang terletak di Banten, telah mengambil langkah signifikan dengan membuka dapur umum bagi warga yang terdampak akibat asap kebakaran yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap instruksi dari Dinas Sosial terkait dengan penyediaan layanan dapur umum bagi masyarakat yang terkena dampak. Anggota Tagana Kota Cilegon, Nakidin, menjelaskan bahwa dapur umum tersebut beroperasi sejak malam Kamis, 19 September, dan saat ini posko dapur umum berlokasi di lapangan kantor Kelurahan Bagendung. Dapur umum ini diperkirakan akan berfungsi selama tiga hari, meskipun pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan untuk memutuskan apakah akan diperpanjang. Menurut Nakidin, setiap hari dapur umum ini menyiapkan sekitar 1.000 porsi makanan dengan menu beragam untuk dua waktu makan, yaitu pagi dan sore. Dengan ini, diharapkan bantuan yang disalurkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan makan masyarakat yang terdampak, tetapi juga dapat meringankan beban mereka. Seluruh wilayah di Kelurahan Bagendung mengalami dampak dari peristiwa tersebut, terutama wilayah yang paling dekat dengan TPSA, seperti RT 08/RW 04 Larangan, RT 09/RW 04 Sambi Buhut, dan RT 10/RW 05 Lebak Gebang. Hingga saat ini, tidak ada laporan warga yang memilih untuk mengungsi; sebagian besar memilih untuk tetap tinggal di rumah sambil mengawasi perkembangan situasi. Nakidin menambahkan bahwa biasanya warga datang ke posko saat asap kebakaran terasa pekat, yang sering terjadi pada pagi dan malam hari, tergantung pada kondisi angin. Setelah situasi kembali normal, mereka biasanya akan kembali ke tempat tinggal masing-masing. Di lokasi TPSA Bagendung, tim pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api, dengan menurunkan lima armada kendaraan pemadam dan tiga alat berat untuk membantu dalam upaya penanggulangan kebakaran ini. Situasi ini terus dipantau agar masyarakat dapat segera beraktivitas seperti sedia kala. ANTARA