**Borneonews - Padang**, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyatakan bahwa budidaya padi sawah dengan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (*MTOT*) sangat menguntungkan para petani. Metode ini memanfaatkan jerami sebagai pupuk, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Menurutnya, penggunaan sistem MTOT memiliki biaya operasional yang lebih rendah. Dengan memanfaatkan jerami sebagai pupuk, petani tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli pupuk kimia. Sehingga, dana yang biasa dihabiskan untuk pupuk tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lain atau ditabung.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penerapan sistem MTOT dapat meningkatkan produksi padi. Berdasarkan pengalaman beberapa petani yang telah menerapkan metode ini, hasil panen dapat mencapai hingga 8,5 ton per hektare. Hal ini menjadi berita baik bagi para petani, karena penerapan sistem tersebut juga membebaskan mereka dari keharusan menyewa mesin bajak. Dengan sistem ini, tanah tidak perlu dibajak tetapi cukup diolah menjadi bedengan.
Mahyeldi juga menekankan bahwa dengan banyaknya keuntungan dan pengurangan biaya yang ditawarkan oleh sistem ini, para petani diharapkan dapat memperoleh pendapatan yang lebih besar. Namun, ia mencatat bahwa ada kecenderungan di kalangan petani di Sumatera Barat yang enggan percaya pada metode tanam baru, kecuali mereka melihat hasil yang nyata.
Oleh karena itu, ia menghargai inisiatif dari berbagai pihak yang bersedia melakukan percontohan penggunaan sistem MTOT. Salah satu pihak tersebut adalah Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, yang telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menciptakan lahan percontohan sistem MTOT seluas 20 hektare di Lengayang. Lahan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani di sekitarnya serta dapat diperluas ke daerah lain di Sumatera Barat.
Sementara itu, Ir Joni, seorang praktisi sistem MTOT dan mantan Kepala Dinas Pertanian Sumbar, menjelaskan bahwa metode *MTOT* ini dipopulerkan oleh Field Indonesia. Dalam metode ini, petani memanfaatkan jerami sisa panen sebagai pupuk alami dengan cara menyebarkannya di lahan sawah yang sudah dibentuk seperti bedengan.
Setelah sebulan penyebaran, jerami tersebut akan terurai menjadi pupuk, sehingga kebutuhan akan pupuk anorganik menjadi berkurang. Joni meyakinkan para petani untuk tidak ragu menggunakan sistem ini, mengingat banyak manfaat yang ditawarkan bagi peningkatan produktivitas pertanian.
ANTARA
Menguntungkan Petani, Budidaya Padi dengan Sistem MTOT di Sumbar
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Komentar (0)
Memuat komentar…







