BORNEONEWS,Kasongan- Gara-gara peredaran zenith sudah dinilai semakin memprihatinkan sebanyak 14 organisasi kepemudaan dibawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama HMI Komisariat Katingan direncanakan bakal menggelar aksi damai pada Jumat (5/8) besok.

"Bentuk kegiatannya adalah penyampaian orasi, dan akan dilanjutkan audensi di gedung DPRD bersama bupati, DPRD, Kapolres dan BNK," kata Maulana Kawit Ketua Umum HMI Komisariat Katingan, yang mengirimkan rilisnya ke Borneonews, Rabu (3/8) malam.

Menurut mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkarya Kampus II Kasongan ini, semua orang pasti sepakat bahwa narkoba merupakan musuh bersama, pasalnya narkoba merupakan perusak generasi muda.

Peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang seperti zenith kian hari merajarela menghantam semua lapisan masyarakat tidak mengenal jenis kelamin baik kalangan tua, muda bahkan anak-anak jadi objek penjualan.

"Sudah banyak korban yang berjatuhan, ironisnya peredaran obat-obatan terlarang ini bukan berkurang malah subur tumbuh didalam masyarakat bahkan sudah menembus di desa-desa," katanya.

Ini lantaran lemahnya pengawasan, ketegasan dalam menindak peredaran obat-obatan zenith ditambah kurangnya partisipasi masyarakat membuat peredaran obat-obatan ini menjadi merajalela.

"Kita harus akui peredaran obat-obatan terlarang ini tidak mungkin dengan mudah menyebar bila tidak dilakukan oleh para bandar mafia narkoba yang terorganisir ditambah didukung oleh pihak yang berkepentingan, misalnya masyarakat itu sendiri, para oknum pejabat publik, bahkan tidak jarang oknum keamanan sendiri," katanya.

Oleh sebab itu ada beberapa solusi dalam menghadapi permasalahan ini, misalnya dari pihak pemerintah daerah membuat sebuah Perda/Perbub tentang klasifikasi obat-obatan yang boleh beredar.

Kemudian pengawasan dari Polres sebagai ujung tombak bisa lebih dimaksimalkan dengan mengintruksikan jajaran polsek-polsek didesa untuk lebih masif menangani permasalahan ditambah penguatan mitra kerjasama dari berbagai kalangan LSM/OKP/Ormas maupun tokoh masyarakat.

"Bahkan bila perlu pak bupati bisa memberikan riword kepada penegak hukum bila dapat menangkap bandar zenith seperti pak gubernur yang memberikan hadiah bagi pihak keamanan sebesar Rp50 juta dalam menangkap bandar Narkoba, bisa saja bagi setiap polisi yang menangkap bandar zenith diberi hal serupa tentu sesuai dengan anggaran yang ada," tutup Maulana Kawit. (ABDUL GOFUR/m)