PEKANBARU –
**Borneonews - Bengkalis, Riau**, Kepolisian Sektor Mandau, yang terletak di Kabupaten Bengkalis, Riau, telah berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan. Kasus ini menarik perhatian publik setelah ditemukannya mayat di Jalan Lintas Duri-Dumai, tepatnya di Kilometer 13 Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan pada hari Kamis, 19 September. Kepala Kepolisian Sektor Mandau, Kompol Hairul Hidayat, mengungkapkan bahwa tersangka berinisial YP, yang berusia 30 tahun, ditangkap pada pagi hari Jumat, 20 September sekitar pukul 08.43 WIB. Proses penangkapan berlangsung di kediamannya yang berlokasi di Jalan SMA 4 Ujung, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Menurut penjelasan Kompol Hairul, tersangka mengakui perbuatannya kepada pihak kepolisian. Saat ini, YP telah dibawa ke Polsek Mandau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut agar kasus ini dapat diusut tuntas. Mayat yang ditemukan tersebut dalam kondisi telungkup dan sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap. Penemuan ini terjadi saat seorang warga yang lewat mencium bau busuk yang sangat menyengat. Bau tersebut memicu perhatian sejumlah warga lainnya, yang kemudian melakukan pencarian dan akhirnya menemukan jenazah di area semak-semak. Setelah tubuh korban ditemukan, warga segera melaporkannya ke Polsek Mandau. Dalam pemeriksaan awal, identitas korban berhasil diungkap berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang melekat di tubuhnya. Korban diketahui bernama Amrul Hasibuan, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah mengalami penganiayaan. Pihak keluarga, setelah melihat kondisi jenazah, dapat memastikan bahwa itu adalah anggota keluarga mereka, terutama berdasarkan pakaian terakhir yang dikenakan korban. Kompol Hairul juga menambahkan bahwa pihak keluarga telah melapor mengenai tindakan penganiayaan yang dialami Amrul kepada polisi. Laporan tersebut menjadi dasar bagi Polsek Mandau untuk segera mengambil tindakan, termasuk penangkapan terhadap terlapor. Penanganan kasus ini diharapkan dapat membawa keadilan bagi korban dan keluarganya. ANTARA