JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bersama dengan Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) telah menunjukkan keseriusan untuk menjalin sinergi dalam upaya memperkuat penegakan hukum di Indonesia. Menkumham Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap inisiatif yang diusulkan oleh MN KAHMI. Ia mengapresiasi langkah tersebut dan berharap kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi pemerintahan yang akan datang, serta menciptakan kelancaran dalam pelaksanaannya. Dalam kesempatan tersebut, Supratman menjelaskan bahwa Kemenkumham saat ini sedang fokus pada proses reorganisasi, rekonsiliasi, dan harmonisasi sistem hukum. Ia menyatakan bahwa kementerian ini berkomitmen untuk melakukan reformasi internal sambil terus berupaya menyatukan berbagai tokoh bangsa, serta mendorong pelaksanaan *restorative justice* atau keadilan restoratif melalui perbaikan regulasi. Kunjungan dari Bidang Hukum MN KAHMI berlangsung di Kantor Kemenkumham yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan. Rombongan MN KAHMI dipimpin oleh Koordinator Presidium, Herman Khaeron, yang hadir didampingi oleh sejumlah pengurus harian organisasi tersebut. Herman Khaeron dalam pernyataannya menyatakan komitmen MN KAHMI untuk mendukung pemerintahan yang akan dipimpin oleh Prabowo dan Gibran, khususnya dalam aspek penegakan hukum. Ia menekankan bahwa MN KAHMI siap memberikan dukungan maksimal dengan potensi yang ada untuk memastikan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang, terutama dalam sektor hukum. KAHMI sendiri merupakan organisasi yang berfungsi sebagai wadah bagi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di mana Menkumham Supratman juga tercatat sebagai salah satu alumni. ANTARA