DENPASAR –
**Borneonews - Singaraja, Bali**, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng bersama para akademisi sedang menyusun suatu kajian yang bertujuan untuk mengembangkan model kebijakan yang akan menjadikan Kota Singaraja sebagai kota pendidikan. Proses ini melibatkan diskusi terpimpin atau *focus group discussion* (FGD) yang diadakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kepala Brida Buleleng, Made Supartawan, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara tim pendamping dari kalangan akademisi dan para pakar sangat penting untuk mendesain kebijakan yang mendukung sektor pendidikan di Singaraja. Dia juga menambahkan bahwa hasil dari FGD diharapkan akan menghasilkan model kebijakan yang relevan dan dapat mencapai tujuan untuk menjadikan Singaraja sebagai pusat pendidikan terkemuka di Bali. I Nengah Suastika, sebagai anggota tim pelaksana kajian dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat. Sinergi ini sangat diperlukan untuk memperkuat pengembangan Singaraja sebagai kota pendidikan yang berkualitas. Tim kajian ini berkomitmen untuk meneliti berbagai aspek yang krusial, mulai dari infrastruktur pendidikan hingga kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini bertujuan untuk mendukung peran Singaraja dalam mencetak generasi yang unggul. Diskusi ini juga memuat laporan hasil kajian yang telah dilakukan oleh tim peneliti dari Undiksha, yang mencakup penguatan infrastruktur pendidikan dan penambahan berbagai fasilitas yang dibutuhkan, seperti laboratorium, perpustakaan, serta implementasi teknologi digital guna mendukung pembelajaran modern. Di sisi lain, pembahasan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik di Buleleng untuk mengembangkan kompetensi serta profesionalisme mereka. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat menjadi landasan awal dalam merumuskan kebijakan yang tepat. Made Supartawan juga menyambut positif setiap masukan dari kalangan akademisi dan masyarakat. Menurutnya, kontribusi tersebut akan semakin memperkuat arah kebijakan di masa mendatang dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Singaraja. Tim akademis berharap langkah-langkah strategis dalam mewujudkan Singaraja sebagai kota pendidikan dapat segera dilaksanakan, sehingga akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Buleleng secara keseluruhan. Diskusi yang berlangsung ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam kajian pengembangan model kebijakan, yang pada akhirnya akan menghasilkan rekomendasi konkret untuk pemerintah daerah agar bisa ditindaklanjuti. ANTARA