YOGYAKARTA –
**Borneonews - Gunungkidul**, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli di Kabupaten Gunungkidul, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, telah merancang tiga rencana aksi yang melibatkan tiga kelompok kerja. Tujuan dari pembentukan tim ini adalah untuk memaksimalkan pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Ketua Satgas Saber Pungli Gunungkidul, Kompol Sunanto, menyampaikan bahwa salah satu bidang yang ditangani adalah intelijen, yang bertugas untuk memetakan area yang rawan terhadap tindakan pungutan liar. Fokus utama dari bidang intelijen ini adalah pada pemungutan retribusi dan pelayanan publik yang dilakukan di wilayah tersebut. Di sisi lain, bidang pencegahan telah melaksanakan sejumlah sosialisasi kepada para pelaku industri pariwisata serta memasang *banner* di lokasi-lokasi wisata dan sekolah-sekolah. Sementara itu, bidang penindakan difokuskan pada tempat-tempat rawan pungli, seperti tempat pemungutan retribusi (TPR) dan area parkir yang berkaitan dengan sektor wisata. Kompol Sunanto menjelaskan bahwa Satgas Saber Pungli dibentuk dari berbagai unsur, terdiri dari anggota TNI, kepolisian, kejaksaan, serta pegawai Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Keberagaman ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan responsibilitas dalam menangani kasus-kasus pungutan liar di masyarakat. Dalam agenda Rencana Aksi 2024, Satgas Saber Pungli juga telah menetapkan lima program penting. Di antara program tersebut adalah kegiatan sosialisasi, peluncuran kendaraan operasional yang disebut sebagai mobil Sigrak, pengenalan seragam baru untuk anggota satgas, peluncuran aplikasi *E-Lapor Pungli*, dan peningkatan kapasitas bagi para anggota satgas. “Kerja sama yang sinergis antar berbagai instansi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Saber Pungli ke depannya,” ungkap Kompol Sunanto. Ketua II Satgas Saber Pungli Gunungkidul, Saptoyo, menambahkan bahwa kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk memperkenalkan eksistensi Satgas serta atribut baru yang digunakan, sehingga penampilan seragam tidak terlihat berbeda saat bertugas di lapangan. Ia juga memperkenalkan kendaraan operasional, mobil Sigrak, yang dirancang untuk mendukung respon cepat terhadap laporan gratifikasi yang diterima dari masyarakat, termasuk penjemputan pelapor jika diperlukan. Kapolres Gunungkidul, AKBP Ari Murtini, menegaskan bahwa kerja sama yang baik antara instansi kepolisian, kejaksaan, TNI, dan Pemerintah Kabupaten sangat penting untuk menjaga integritas serta memberikan pelayanan publik yang optimal. “Fokus utama kita adalah untuk mencegah pungutan liar dengan melakukan sosialisasi, termasuk pemanfaatan media sosial dan kerjasama dengan media lokal untuk mengedukasi masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menekankan bahwa pungutan liar, terutama di tempat pemungutan retribusi, merupakan masalah yang masih menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah. “Kami akan mengevaluasi kemungkinan pengelolaan TPR oleh pihak ketiga. Dengan adanya aplikasi *E-Lapor*, kami berharap penyelenggaraan pemerintahan di Gunungkidul dapat menjadi lebih transparan,” tambahnya. Bupati juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam upaya pemberantasan korupsi, dengan tujuan agar tidak ada tindakan korupsi yang terjadi di instansi pemerintah di Bumi Handayani. “Kegiatan apel ini mencerminkan kesungguhan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan seluruh instansi terkait dalam memberantas pungutan liar, sebagai bagian dari usaha untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan,” tutup Sunaryanta. ANTARA