**Borneonews - Medan**, Semangat pantang menyerah selalu tersemat dalam diri Sausan Dwi Ramadhani, seorang atlet bulu tangkis yang terinspirasi oleh legendaris bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Kata-kata Susi, yang berbunyi, *Saya selalu ingat sebelum bola jatuh jangan pernah menyerah,* menjadi mantra yang menuntun langkah Sausan sejak pertemuan keduanya di PB Djarum.
Sausan menghadapi berbagai tantangan, khususnya saat ia harus menelan kekalahan dalam beberapa final, termasuk di ajang Sirkuit Nasional (Sirnas). Kendati banyak rintangan yang dilalui, semangat yang ia pelajari dari Susi terus membara, mendorongnya untuk terus berjuang meski hasilnya tidak selalu memuaskan. Setelah melalui masa-masa sulit, Sausan akhirnya meraih medali emas perdananya di tunggal putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, sebuah pencapaian yang membanggakan.
Keceriaan menyelimuti Sausan saat merasakan momen tersebut, tangan mengepal ke atas dengan senyuman merekah di wajahnya. Dia mengaku, Setiap kali saya masuk final, selalu berakhir dengan tidak juara satu. Terutama pada ajang Sirnas, saya selalu meraih juara dua. Kini, ini adalah medali emas pertama saya.
Susi Susanti, yang dikenal sebagai peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, telah menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda di tanah air. Tidak hanya itu, Susi juga berhasil mendapatkan medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996 dan dikenal sebagai *pasangan emas* karena suaminya, Alan Budikusuma, juga meraih medali emas di Olimpiade yang sama. Prestasinya yang gemilang di tingkat internasional mencakup empat kali juara All England, enam kali juara World Badminton Grand Prix Finals, dan satu kali juara Kejuaraan Dunia. Pada tahun 1998, Susi menggantung raketnya dengan gelar sebagai pebulu tangkis wanita yang memegang tiga gelar bergengsi sekaligus.
Keberhasilan Susi membawa konsekuensi penting, yaitu pengakuan di BWF Hall of Fame pada tahun 2004, menjadikannya figur yang sangat dihormati di kancah bulu tangkis, sebanding dengan nama-nama besar lainnya seperti Rudy Hartono. Sausan merebut medali emas setelah mengalahkan wakil Jawa Timur, Aurelia Salsabila, yang merupakan seniornya di PB Djarum, dengan skor 21-17 dan 21-18. Teriakan Aurelia yang berusaha mengganggu fokusnya ternyata gagal, karena Sausan memiliki konsentrasi yang tinggi dalam permainan.
Dari kata-kata pelatihnya sebelum pertandingan, Sausan diingatkan untuk tidak meremehkan lawan meskipun mereka lebih senior. Ia menjalani pertandingan dengan tekad untuk menjadi pemenang, yang menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan berikutnya di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2024 di Nanchang, China, yang akan berlangsung dari 30 September hingga 13 Oktober.
Sausan juga menekankan pentingnya dukungan dari pelatih, orang tua, dan aspek spiritual dalam perjalanan karirnya. Ia mengungkapkan, Sebelum final, saya berdoa dan minta masukan dari pelatih. Paling penting juga, saya telepon orang tua untuk minta doa dan nasihat.
**Ditolak PB Djarum**
Sausan Dwi Ramadhani pertama kali mengenal bulu tangkis ketika berusia tujuh tahun, berkat pengaruh ayahnya. Pada tahun 2016, ia mendaftar di PB Djarum tetapi ditolak. Kekecewaan yang mendalam sempat membuatnya ragu untuk mendaftar lagi. Namun, takdir membawanya kembali ke PB Djarum dengan keberhasilan pada tahun 2018 setelah kembali mencoba.
Dalam enam tahun di PB Djarum, Sausan berkembang menjadi salah satu atlet muda berbakat yang dimiliki Indonesia. Dengan prestasi yang baru diraihnya, ia masih memiliki banyak potensi untuk terus berprestasi di tingkat lebih tinggi, termasuk di tingkat Asia dan dunia, mengingat harapannya untuk mengikuti jejak Susi Susanti dengan meraih medali emas Olimpiade di nomor tunggal putri.
Sausan mengungkapkan bahwa kecintaannya pada bulu tangkis membuatnya terus berjuang meski terkadang ingin menyerah.
**Jalur masuk pelatnas**
Sausan menyambut baik rencana perubahan jalur masuk ke pelatihan nasional (pelatnas) yang akan dilakukan oleh Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Fadil Imran. Dalam kesempatan bertemu di final bulu tangkis PON, Fadil mengemukakan rencananya untuk memperbaharui regulasi terkait rekrutmen atlet, yang tidak akan mengandalkan seleksi nasional semata.
Rencana ini bertujuan untuk memperluas kesempatan bagi atlet-atlet berbakat yang selama ini mungkin tidak terdeteksi. Sausan melihat inisiatif ini sebagai peluang baik untuk meningkatkan kesempatan masuk pelatnas, sehingga banyak atlet muda berpotensi dapat berkontribusi di tim nasional.
Hal ini sangat berarti, karena sebelumnya hanya ada satu orang yang bisa masuk dari seleknas, sebutnya. Pencarian atlet berbakat di daerah-daerah pun diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan bulu tangkis nasional ke depan, memperkuat fondasi atletik di seluruh Indonesia.
ANTARA
Sausan Dwi Ramadhani Raih Emas, Terinspirasi Susi Susanti
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







