JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang**, Kemolekan busana dari dua maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Po Meurah dan Matra, telah berhasil meramaikan acara penutupan yang berlangsung di Stadion Utama Sumut. Acara tersebut diadakan pada hari Jumat yang lalu, menandai akhir dari perhelatan olahraga terbesar di Indonesia ini. Po Meurah, yang diambil dari sosok gajah, merupakan maskot untuk PON XXI yang mewakili Aceh. Sementara itu, Matra adalah maskot berbentuk Harimau Sumatera yang melambangkan provinsi Sumatera Utara dalam ajang ini. Pada saat upacara penutupan, Po Meurah mengenakan busana yang terbuat dari *songket* Aceh yang merupakan kain khas daerah tersebut. Kain ini dihias dengan sulaman, mencerminkan semangat dan keyakinan masyarakat Aceh. Selain itu, sayap atau jubah yang dikenakan oleh Po Meurah terbuat dari Kain Kerawang, yang berasal dari Gayo, Aceh Tengah. Kain ini dihias dengan motif pucuk rebung, simbol dari sportivitas yang berkualitas tinggi. Tiga ring yang ditampilkan di dada Po Meurah melambangkan prestasi, sportivitas, dan solidaritas. Po Meurah berdiri sebagai simbol kejayaan kerajaan Aceh yang mengalami masa puncak di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Bagian kepala Po Meurah didekorasi dengan Kopyah Meukeutop, topi tradisional Aceh yang tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga dikenal hingga mancanegara. Sementara itu, Matra mengenakan Tanjak Melayu, Ulos, dan Gorga yang sangat mewakili budaya etnis Batak. Ulos merupakan pakaian adat yang menjadi simbol kasih sayang, restu, dan persatuan. Tanjak Melayu berfungsi sebagai lambang kehormatan dan tanggung jawab, sementara Gorga menyiratkan seni hiasan yang berkaitan dengan aspek religius dan kemakmuran. Dua maskot ini turut melambaikan tangan dan menyapa semua penonton yang hadir di stadion utamanya. Mereka bukan sekadar simbol budaya Aceh dan Sumut, tetapi juga mencerminkan persatuan dan kesatuan antarprovinsi. Setelah merayakan kemolekan busana dua maskot tersebut, acara penutupan PON 2024 dilanjutkan dengan parade yang melibatkan 65 cabang olahraga serta 11 eksibisi, yang dibagi menjadi 88 disiplin yang berbeda. Berikutnya, defile atlet yang mewakili 38 provinsi serta satu Otorita Ibu Kota Nusantara berlangsung dengan masing-masing kontingen terdiri dari 20 orang. Dalam kompetisi yang luar biasa ini, Jawa Barat berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan 195 medali emas, 163 medali perak, dan 182 medali perunggu. Sementara itu, sebagai tuan rumah, Sumatera Utara menduduki posisi keempat dengan perolehan 79 medali emas, 59 medali perak, dan 116 medali perunggu, sedangkan Aceh menutup kompetisi dengan posisi keenam, mengumpulkan 65 medali emas, 48 medali perak, dan 79 medali perunggu. Acara penutupan PON 2024 diakhiri dengan pidato dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. Perhelatan PON 2024 ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan di dua provinsi dan juga merupakan edisi terakbar dalam sejarah, karena melibatkan hampir 13.000 atlet dan lebih dari 6.000 ofisial. ANTARA