JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa partainya tidak pernah secara eksplisit meminta jatah kursi menteri kepada presiden terpilih. Ia mengingatkan adanya pernyataan tentang permintaan jatah menteri yang pernah disampaikan oleh pendahulunya, Airlangga Hartarto. Bahlil menjelaskan, ia tidak memiliki target tertentu terkait percakapan mengenai kursi menteri. "Saya tidak pernah membuat target untuk kursi menteri, tetapi perlu dicatat bahwa ketua umum sebelumnya telah mengungkapkannya. Mari kita lihat perkembangan yang ada," jelas Bahlil saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Ia juga menegaskan bahwa penetapan pos menteri merupakan hak prerogatif dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Bahlil menyatakan ia tidak akan mencampuri proses tersebut dan tetap akan mengikuti keputusan resmi dari pemerintah. Di samping itu, Bahlil enggan memberikan rincian mengenai nama-nama yang akan diusulkan oleh Partai Golkar untuk mengisi posisi menteri di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. "Mengenai siapa saja yang akan menjadi menteri, mari kita tunggu saja jadwalnya," ungkapnya. Bahlil menambahkan, Partai Golkar akan tetap berkomitmen untuk mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, terlepas dari siapa pun yang akan diangkat dalam kabinet mendatang. Sebelumnya, politikus Golkar, Bambang Soesatyo, menyampaikan bahwa partainya telah mengusulkan sejumlah nama sebagai kandidat menteri untuk kabinet baru. Dia mengonfirmasi bahwa nama-nama tersebut telah disampaikan oleh Bahlil kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. "Berkaitan dengan nama-nama menteri yang diusulkan oleh Golkar, telah diajukan oleh Ketua Umum kami, Pak Bahlil, kepada Pak Prabowo. Siapa yang akhirnya terpilih, kita tunggu saja, bersabar," ucap Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Namun, ia juga menyatakan bahwa nama-nama tersebut sudah disiapkan sejak kepemimpinan Airlangga Hartarto. "Saya tahu saat Pak Airlangga mendiskusikannya dengan saya, beliau mengatakan bahwa kita sudah mengusulkan beberapa nama," terangnya. Pasca pergantian kepemimpinan, ia menambahkan, Bahlil akan melakukan penyesuaian atau perubahan terhadap nama-nama yang telah diusulkan sebelumnya. "Pastinya, di bawah kepemimpinan Pak Bahlil, akan ada tambahan atau koreksi terhadap nama-nama tersebut," tutupnya. ANTARA