JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyampaikan bahwa ajang pemilihan Abang None (Abnon) Jakarta 2024 merupakan upaya yang penting bagi generasi muda dalam menyampaikan berbagai aspirasi serta pandangan mereka mengenai kota Jakarta. Dalam pernyataannya saat malam final ajang tersebut yang disiarkan melalui platform daring dan luring, Heru menekankan pentingnya peran finalis sebagai wakil generasi muda dalam memberikan masukan yang konstruktif untuk kemajuan kota. "Ajang Abang None Jakarta ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk menyalurkan aspirasi dan pandangan mereka tentang Jakarta. Para finalis akan dinilai oleh juri yang independen," ujarnya di Jakarta pada Jumat malam. Heru juga memberikan pesan khusus kepada para finalis, menginginkan agar mereka dapat memotivasi generasi muda lainnya. Dia menekankan bahwa para finalis tidak hanya sekadar peserta, tetapi merupakan simbol pengharapan bagi masa depan Jakarta. "Saya titip pesan kepada para finalis dan juri yang ditunjuk untuk mendalami Jakarta sebagai kota global, serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting terkait hal ini," imbuhnya. Selain itu, Heru berharap melalui kompetisi ini, para finalis dapat menunjukkan kepiawaian mereka dan menjadi duta yang mampu mengangkat nama kota Jakarta di kancah internasional. Ia optimis bahwa pengalaman yang didapat dalam ajang ini akan menjadi nilai tambah dalam upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang kaya akan daya tarik. Pemilihan Abang None Jakarta diadakan dengan tujuan untuk melestarikan budaya Betawi serta sebagai sarana untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan bakat generasi muda. Kegiatan ini diharapkan bisa membantu mempromosikan Jakarta kepada wisatawan lokal maupun internasional. Pada tahun ini, kompetisi ini diikuti oleh 36 finalis, yang terdiri dari 18 pasangan, yang berasal dari lima Kota Administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Dalam ajang ini, panel juri terdiri dari berbagai profesional di bidang masing-masing, termasuk Hariyadi Sukamdani yang berpengalaman dalam kepariwisataan, Ayu Dyah Pasha yang fokus pada etika dan kepribadian, serta Rose Mini Agoes yang mengusai bidang psikologi. Selain itu, ada juga Beky Mardani yang merupakan pakar kebudayaan Betawi, serta Sri Haryati selaku Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta yang menjadi juri dalam bidang pemerintahan. Juri-juri lainnya seperti Andy Rachmianto yang ahli dalam hubungan internasional, Joshua Simandjuntak di ekonomi kreatif, Fifi Aleyda Yahya di bidang *public speaking* dan bahasa asing, serta Poppy Dharsono yang mewakili juri dalam bidang tata busana, memberikan penilaian yang komprehensif terhadap peserta. ANTARA