SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Indonesia telah melakukan langkah strategis dalam dunia olahraga dengan menurunkan sejumlah atlet muda dalam turnamen *para badminton* yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, dari tanggal 17 hingga 22 September. Keberanian ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menyiapkan generasi penerus dalam cabang olahraga ini. Yuni Kartika, yang mewakili Bakti Olahraga Djarum Foundation, menyatakan bahwa Indonesia mengikutsertakan atlet yang masih berada di usia 14 dan 15 tahun melalui program pencarian bakat. Menurutnya, hal ini adalah langkah positif untuk memberikan pengalaman berharga serta mempercepat proses regenerasi di kalangan atlet muda. Yuni juga menekankan pentingnya pengalaman bertanding bagi para pemain tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meskipun para pemain muda ini tidak mudah berkompetisi di ajang ini, mereka masih memiliki waktu untuk belajar dan meningkatkan keterampilan. "Pengalaman mereka dalam pertandingan internasional tentunya sangat berbeda, dan sangat perlu untuk terus diasah sejak dini agar dapat bersaing di level yang lebih tinggi," ujarnya. Ada harapan besar bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang bertanding, tetapi juga bisa dijadikan tolak ukur bagi atlet muda dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi *para badminton* di tingkat dunia. “Dengan adanya turnamen ini, kita bisa mulai melihat calon atlet potensial yang akan berkiprah di kancah internasional,” tambah Yuni. Ia juga mencatat bahwa jumlah atlet asal China sangat banyak, sehingga Indonesia sebagai negara yang dikenal kuat di bidang bulu tangkis harus tetap bersaing, termasuk di cabang *para badminton*. Salah satu atlet *para badminton* Indonesia, Qanita Ikhtiar Syakuroh, juga mengungkapkan ambisi untuk meraih prestasi yang terbaik di turnamen ini. Ia menjelaskan bahwa penambahan poin sangat menentukan untuk mempertahankan posisinya di ranking BWF. "Dengan status turnamen yang kini telah menjadi grade 2 level 2, ini berarti ada lebih banyak poin yang bisa diperebutkan," tuturnya. Keterlibatan atlet muda dalam turnamen ini diharapkan dapat menciptakan suasana kompetitif yang mendorong peningkatan skill, dan pada akhirnya, membawa nama Indonesia semakin harum di pentas olahraga dunia. ANTARA