DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, melaksanakan pertemuan dengan para pecalang atau pengaman desa adat untuk mempersiapkan pengamanan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Denpasar pada hari Jumat. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan peran pecalang dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan. Kapolda Bali menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat di Bali diatur oleh dua jenis peraturan, yakni peraturan desa dinas yang berfokus pada administrasi pemerintahan desa secara nasional dan peraturan desa adat yang mengatur aspek kehidupan masyarakat dari perspektif adat istiadat dan tradisi lokal. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat menekankan pentingnya peran pecalang dalam mendukung tugas kepolisian. Peraturan tersebut menetapkan bahwa pecalang memiliki tanggung jawab untuk membantu tugas kepolisian, seperti dalam pengamanan acara keagamaan, kegiatan masyarakat, hingga event berskala nasional dan internasional. Dalam konteks penanganan pandemi COVID-19, pecalang juga diakui telah berkontribusi dengan baik melalui berbagai inisiatif berbasis desa yang mendapat penghargaan dari pemerintah. Sebagai representasi aparat keamanan di tingkat desa, pecalang diharuskan untuk memiliki sikap yang baik serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Kapolda menegaskan pentingnya menghindari sikap arogan dan segala bentuk tindakan yang melanggar hukum. Lebih lanjut, pecalang juga perlu memiliki kepekaan dan pemahaman yang baik mengenai situasi dan kondisi wilayah tempat mereka bertugas. Mengacu pada makna istilah *pecalang* yang berasal dari kata *celang*, yang berarti waspada, Kapolda berharap agar mereka dapat berfungsi sebagai benteng pertahanan dan menjaga keamanan di masing-masing desa atau banjar. Tugas yang diemban oleh pecalang adalah sebuah pengabdian yang mulia terhadap desa adat, sehingga Kapolda mengharapkan mereka melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan dedikasi dan semangat yang tinggi. Ia juga menekankan perlunya kerjasama yang harmonis antara pecalang, polisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan pemerintah daerah dalam membangun suasana yang kondusif. Kapolda juga mengingatkan agar pecalang tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang bersifat provokatif atau yang dapat memicu ketegangan dalam masyarakat, terutama dalam konteks pemilihan calon pemimpin. Di era digital saat ini, penting bagi pecalang untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melupakan nilai-nilai tradisi yang ada. Keselarasan dan komunikasi yang baik antara semua pihak, termasuk dengan pemangku kepentingan lainnya, juga menjadi kunci dalam menciptakan keamanan yang efektif. ANTARA