JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima permintaan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk bergabung ke dalam partai tersebut. Dalam penjelasannya, Bahlil menyatakan, "Hingga hari ini, Pak Presiden Jokowi tidak pernah menyampaikan keinginan untuk menjadi anggota Partai Golkar," saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar yang terletak di Slipi, Jakarta Barat. Selama berbagai pertemuan dengan Jokowi, Bahlil mengakui bahwa obrolan mengenai kemungkinan bergabungnya Jokowi ke dalam Partai Golkar belum pernah terucap. Ia bahkan menambahkan, meskipun masa pemerintahan Jokowi hampir berakhir, tidak ada pembicaraan mengenai keinginan ke partai tersebut. Situasi yang sama juga berlaku untuk Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi yang saat ini mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam Pemilu 2024. Bahlil menyebutkan, "Kalau keluarganya Mas Kaesang jadi Ketua Umum PSI, bagaimana dengan Mas Gibran? Sampai sekarang, partainya sama dengan saya, tidak ada informasi mengenai itu." Meskipun demikian, Bahlil menekankan bahwa Partai Golkar membuka pintu bagi siapa saja yang ingin bergabung sebagai anggota. Hal ini menunjukkan sikap inklusif partai dalam menyambut berbagai kalangan. Sebelumnya, Jokowi sempat mengungkapkan pernyataan yang mengundang tawa, di mana ia menyatakan merasa nyaman dan teduh saat berada di dekat pohon beringin. Dalam sambutannya pada penutupan Munas XI Partai Golkar di Balai Sidang Jakarta, ia mengungkapkan, "Melihat pohon beringin selalu membuat saya merasa adem, terutama pada siang hari yang terik." Presiden yang hadir mengenakan kemeja berwarna kuning, identik dengan warna Partai Golkar, menambahkan bahwa kehadirannya malam itu juga memberikan kenyamanan. "Di sekitar pohon beringin, saya merasa lebih teduh dan nyaman. Malam ini sangat menyenangkan," ujarnya. Walaupun begitu, Jokowi secara tegas menyatakan bahwa kemeja kuning yang digunakannya bukanlah sinyal untuk bergabung dengan partai, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap acara tersebut. Ia menjelaskan, "Jadi, jangan ada spekulasi terkait pemakaian baju kuning ini. Itu semua untuk menghormati hajatan besar Partai Golkar yang malam ini telah secara aklamasi memilih Bapak Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum baru." Jokowi berharap publik tidak berlebihan dalam menafsirkan makna di balik kemeja yang dipakainya dan lebih fokus pada acara penting yang dijalani oleh Partai Golkar. ANTARA