PADANG –
**Borneonews - Padang**, Markas Kepolisian Daerah Sumatera Barat baru-baru ini menerima kiriman karangan bunga dari beragam elemen masyarakat sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan mereka dalam mengungkap sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan seorang gadis penjual goreng di Padang Pariaman. Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulystiawan, menyatakan bahwa kiriman karangan bunga tersebut mulai diterima sejak Jumat pagi dan terus berdatangan hingga malam hari. Karangan bunga ini berasal dari berbagai instansi, kelompok profesi, serta organisasi, termasuk kalangan pemerintah, politisi, pebisnis, anggota legislatif, hingga komunitas olahraga. Di antara pengirim karangan bunga tersebut terdapat nama-nama penting seperti Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, Anggota DPD RI Emma Yohanna, serta organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, komunitas mini soccer, dan Kodim 0304 Agam. Ucapan selamat dan penghargaan yang tertulis pada karangan bunga tersebut menunjukkan rasa syukur dan dukungan dari masyarakat kepada pihak Kepolisian atas upaya mereka dalam menyelesaikan kasus ini, yang mendapatkan perhatian luas dari publik. Pengiriman karangan bunga ini merupakan reaksi dari masyarakat setelah tersangka yang bernama Indra atau IS, berusia 26 tahun, ditangkap pada Kamis, 19 September. Kombes Dwi Sulystiawan menambahkan bahwa kiriman bunga ini memperlihatkan bahwa masyarakat aktif mengawasi kinerja serta tugas yang dilaksanakan oleh Kepolisian. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memberikan dukungan secara nyata, dan sebagai respons, Polda Sumbar beserta jajarannya berkomitmen untuk menyelesaikan penyelidikan kasus ini dengan pendekatan yang profesional dan transparan. Kasus ini telah mencuri perhatian banyak orang, bermula dari laporan mengenai hilangnya Nia Kurnia Sari, seorang remaja berusia 18 tahun yang berasal dari Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Setelah penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, korban diketahui telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan terkubur tanpa busana. Akhirnya, IS (26) ditangkap oleh petugas kepolisian di sebuah rumah warga di Nagari Kayu Tanam, pada Kamis, 19 September, sekitar pukul 15.00 WIB, sebagai tersangka utama dalam persitiwa tragis ini. ANTARA