BATAM –
**Borneonews - Batam**, Atlet cabang olahraga layar asal Kepulauan Riau, Keyca Okta Fira, yang akrab disapa Caca, baru-baru ini meraih medali emas dalam kategori optimist putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Usia Caca baru 13 tahun, dan penghargaan yang didapatnya tersebut bermakna luar biasa baginya. Caca bercita-cita mendedikasikan hadiah yang diperoleh dari prestasinya tersebut untuk memberangkatkan kedua orang tuanya menjalankan ibadah umroh. Dalam pernyataannya, Caca menyatakan, "Jika saya menerima bonus, Insya Allah ingin mengantar mama dan bapak untuk beribadah umroh," saat ditemui di Bandara Hang Nadim Batam. Prestasi ini menjadi pengalaman pertama bagi Caca di ajang PON, namun ia berhasil langsung menyumbangkan medali emas untuk kontingen Kepulauan Riau. Untuk mencapai prestasi tersebut, Caca telah menjalani latihan intensif di pusat pelatihan daerah selama dua bulan. Selama periode tersebut, ia harus mengorbankan waktu sekolahnya. Saat ini, Caca merupakan siswa kelas II di SMP 8 Kota Batam. Sejak duduk di bangku kelas 6 SD, ia sudah tertarik dengan olahraga layar. Caca mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh pelatih dan kedua orang tuanya. "Alhamdulillah, medali emas ini adalah hasil doa dan dukungan dari mama, bapak, dan kakak untuk saya," pungkasnya dengan bangga. Meskipun ini adalah kali pertama ia berkompetisi di PON, Caca tidak menganggap remeh para pesaingnya dari provinsi lain. Kepercayaan diri Caca untuk mendapatkan medali emas semakin kuat berkat perkataan pelatihnya yang mengatakan bahwa ia mampu meraih emas. "Pelatih bilang saya bisa dapat emas, jadi saya merasa yakin bisa meraihnya," ungkapnya dengan penuh semangat. Memandang ke depan, Caca bercita-cita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat berpartisipasi dalam PON XXII yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur, dengan harapan dapat kembali menyumbangkan medali emas untuk Kepulauan Riau. Dalam perjalanan pulangnya, Caca disambut dengan hangat oleh pengurus KONI Kepulauan Riau dan anggota keluarganya di Bandara Hang Nadim. Ibunya, Junaeda, tampak sangat bahagia menerima kepulangan putrinya. Ia merasa bangga ketika mengetahui niat baik putrinya untuk mendonasikan bonus PON untuk ibadah umroh. "Aamiin, Alhamdulillah," hanya kata-kata itu yang bisa diucapkan Junaeda saat mendengar niat Caca. Junaeda, yang kini merupakan ibu rumah tangga dengan dua anak, menyatakan bahwa ia mendukung sepenuhnya perjalanan karir putrinya dalam dunia olahraga layar. Ia mengatur semua aktivitas serta kebutuhan makanan Caca untuk memastikan kesehatan dan kebugarannya. Junaeda menambahkan bahwa putrinya adalah seseorang yang jarang bermain di luar rumah. Setiap kali tidak berlatih, Caca lebih suka berada di rumah untuk bermain *game* di ponselnya, "Hobinya adalah layar, dan jika tidak ada latihan, ya bermain *game* di ponsel," ujar Junaeda. Terpisah, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Riau, Usep RS, yang mendampingi Caca dan atlet layar lainnya selama kompetisi, memberikan apresiasi atas pencapaian prestasi Caca. Ia menegaskan bahwa meskipun Kepulauan Riau menargetkan empat medali emas dalam PON kali ini, perjuangan para atlet, termasuk Caca, sangat layak untuk dihargai. "Mereka bertanding di laut dengan kondisi yang sangat menantang, namun semangat mereka luar biasa," ucap Usep. ANTARA