JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang,** Enam atlet legendaris dari Sumatera Utara dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Stadion Utama Sport Center Sumatera Utara, secara simbolis telah memadamkan api Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Acara penutupan ini menandai berakhirnya ajang olahraga yang diadakan setiap empat tahun sekali, berlangsung pada hari Jumat. Api PON yang diambil dari Aceh dan ditempatkan dalam lentera kaca dipadamkan oleh Habib Nasution. Habib, yang merupakan seorang atlet renang, telah mengukir prestasi dengan meraih tiga medali emas pada PON III di Medan pada tahun 1953, serta meraih tiga medali emas di *Asian Games* Tokyo pada tahun 1958. Meskipun menggunakan kursi roda, Habib tidak sendiri dalam upacara tersebut. Ia didampingi oleh lima atlet legendaris lainnya dari Sumatera Utara yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan olahraga di tanah air. Lima atlet yang turut serta adalah Syamsul Anwar Harahap, seorang atlet tinju yang meraih medali emas pada SEA Games di Kuala Lumpur pada tahun 1977. Selain itu, Lidya Titaley, atlet atletik yang juga berhasil membawa pulang medali emas dari PON VIII di Jakarta. Parluatan Siregar, pegiat atletik yang memegang rekor 3.000 meter steeple chase SEA Games 1991 di Filipina, bergabung dalam kelompok tersebut. Hendrik Simangunsong, seorang atlet tinju yang sukses meraih medali emas dalam SEA Games Filipina 1991 dan SEA Games Singapura 1993, serta Sandra Aryani, atlet karate yang juga membawa pulang medali emas dari SEA Games Singapura 1993 dan SEA Games Jakarta 1997, melengkapi jajaran atlet legendaris yang turut hadir. Acara tersebut juga dihadiri oleh tiga atlet muda berbakat asal Sumatera Utara, yaitu M Syahrial, Harris Horatius, dan Putri Ayu Lestari Gulo, yang merupakan pesohor dalam cabang olahraga masing-masing. Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumut diselenggarakan mulai dari tanggal 8 hingga 20 September, meskipun beberapa pertandingan telah dimulai pada akhir Agustus. Dalam perhelatan kali ini, sebanyak 65 cabang olahraga dipertandingkan, mencakup berbagai jenis olahraga dari tradisional hingga modern, menampilkan keragaman dalam kompetisi. Pembukaan PON XXI berlangsung pada hari Senin, 9 September, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, sementara penutupan dilaksanakan di Stadion Utama Sport Center Sumatera Utara. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, bertindak sebagai perwakilan Presiden Joko Widodo dalam penutupan acara tersebut. PON XXI Aceh-Sumut menjadi yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan karena melibatkan hampir 13.000 atlet dan lebih dari 6.000 ofisial. Acara ini juga menjadi yang pertama dilaksanakan di dua provinsi yang berperan sebagai tuan rumah. ANTARA