**Borneonews - Kuala Lumpur**, Departemen Meteorologi Malaysia (METMalaysia) telah menginformasikan bahwa transisi menuju musim hujan atau *Monsun* di negara tersebut akan dimulai pada Selasa, 24 September 2024, dan diperkirakan akan berlangsung hingga awal November 2024. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Selangor, Direktur Jenderal METMalaysia, Muhammad Helmi Abdullah, menjelaskan bahwa fase baru ini menandakan akhir dari *Monsun* Barat Daya yang telah dimulai sejak 17 Mei 2024. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada selama periode transisi ini, dan perlu memperhatikan prakiraan serta peringatan cuaca yang disampaikan oleh METMalaysia. Selama fase transisi, wilayah Malaysia akan mengalami tiupan angin yang lemah dari berbagai arah. Kondisi ini dapat memicu terjadinya badai petir, yang seringkali disertai dengan hujan deras dan angin kencang dalam waktu singkat. Fenomena ini diharapkan terjadi terutama pada sore hari dan dini hari di sebagian besar wilayah barat maupun pedalaman Semenanjung Malaysia, serta di bagian barat Sabah dan pertengahan Sarawak. Muhammad Helmi juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem semacam ini dapat berpotensi menyebabkan banjir bandang, pohon tumbang, bahkan kerusakan pada bangunan yang tidak kokoh. Saat ini, sejumlah daerah di Semenanjung Malaysia telah mengalami bencana banjir yang cukup signifikan. Menurut laporan terbaru mengenai keadaan bencana yang dikeluarkan oleh Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA Malaysia) dan diperbarui pada pukul 19.00 WIB, terdapat empat negeri yang kini menghadapi masalah banjir, yaitu Kedah, Perlis, Pulau Pinang, dan Selangor. Laporan itu mencatat bahwa Kedah merupakan daerah dengan jumlah korban banjir terbanyak, dengan sekitar 7.079 orang terdampak. Enam daerah di Negeri Kedah yang mengalami banjir tercatat, yaitu Bandar Baharu, Kota Setar, Kuala Muda, Kubang Pasu, Pendang, dan Pokok Sena. Di Pulau Pinang, jumlah warga yang mengungsi akibat banjir tercatat sebanyak 255 orang, sedangkan di Selangor dan Perlis masing-masing sebanyak 101 dan 90 orang. Dengan situasi ini, masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan siap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi. ANTARA