**Borneonews - Manado**, Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara menggarisbawahi peran signifikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menciptakan suasana toleransi beragama yang harmonis di wilayah tersebut. Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, Ulyas Taha, menyatakan bahwa keberhasilan daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama tidak terlepas dari kontribusi yang besar dari MUI.
Dalam acara Monitoring Evaluasi MUI Sulut di Manado, Ulyas menjelaskan, "Sulut telah berhasil memperoleh penilaian positif dalam hal toleransi beragama berkat peranan penting MUI." Ia juga mencatat bahwa Ketua Umum MUI Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Ghafur, telah menjalankan berbagai program yang memberikan dampak positif terhadap kehidupan beragama di Sulawesi Utara. Dengan pendekatan Islam Moderat dan *Wasathiyah*, Ulyas mengacu pada istilah yang digunakan oleh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai *Islam berkemajuan*.
Ulyas berharap agar MUI dapat semakin memperkuat perannya di masa mendatang. Ia mengajak MUI di level kabupaten dan kota yang mungkin belum aktif untuk bangkit dan bersama-sama memajukan umat. "MUI seharusnya tidak hanya menjadi organisasi yang ada di atas kertas," tambahnya.
Setelah dilakukannya monitoring dan evaluasi yang dipimpin oleh Ketua MUI Pusat beserta timnya, diharapkan MUI Sulut dapat melangkah ke arah yang lebih baik. Program Monev ini melibatkan seluruh pengurus serta perwakilan MUI dari kabupaten dan kota yang hadir, diharapkan dapat memanfaatkan momen ini demi peningkatan kapasitas MUI Sulut.
Ulyas juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para ulama dan cendekiawan yang hadir dalam pertemuan tersebut. Ia mengucapkan selamat datang kepada Ibu Prof Amany di Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai daerah dengan kerukunan yang kuat.
Di sisi lain, KH Abdul Wahab Abdul Ghafur selaku Ketua Umum MUI Sulut menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan tugas amanah umat. "Meskipun tantangan yang dihadapi tidaklah mudah, dengan dukungan dari berbagai pihak, MUI berhasil memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dukungan dari pemerintah provinsi," katanya. Pihaknya juga menyoroti kedatangan Ketua MUI Pusat, Prof Dr Amany Lubis, yang hadir secara khusus untuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut.
ANTARA
Peran MUI dalam Mewujudkan Toleransi Beragama di Sulut
Bagikan:

MANADO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Kawasan Pasar Muara Uya Tabalong, Sedikitnya 10 Rumah Warga Terbakar
DPRD Kobar Apresiasi Pasar Murah Pemkab untuk Bantu Warga dan Tekan Inflasi Pangan
BEI Catat Sembilan Perusahaan Antre IPO hingga Oktober 2026
Hidup Normal di Tengah Kabut Asap, Pernikahan Adat Dayak Tetap Berlangsung
Sopir Ditemukan Kejang dan Mulut Berbusa di Dalam Mobil hingga Kaca Kendaraan Dipecahkan
OMC di Kalteng: Delapan Sortie, 5,2 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl Ditabur dalam Sehari
Komentar (0)
Memuat komentar…







