BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Tim pengabdian masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin telah meluncurkan dan mengembangkan layanan arsip digital untuk Pemerintah Desa (Pemdes) Kalibaru yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan efisiensi pelayanan administrasi di tingkat desa. Ketua Tim Program Dosen Wajib Mengabdi dari Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP ULM, Farid Nofiard, mengungkapkan bahwa layanan arsip digital ini dikenal dengan nama Sistem Layanan Bersurat (*SIMPEL*). Layanan ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan surat menyurat secara daring melalui perangkat telepon seluler. Farid menjelaskan bahwa inisiatif ini penting untuk memudahkan akses pelayanan bagi masyarakat, terutama mengingat efektivitas pelayanan administrasi yang sering menjadi tantangan di desa tersebut. Dengan sistem digital ini, masyarakat dapat menggunakan *barcode* yang dapat discan menggunakan telepon seluler atau mengakses link yang dibagikan melalui platform media sosial Pemdes maupun di kantor desa. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dan Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP ULM. Untuk memastikan efektivitas sistem tersebut, tim ULM memberikan pelatihan kepada aparat desa agar mereka memahami cara kerja layanan digital *SIMPEL* melalui praktik langsung. Farid menyatakan bahwa layanan digital ini telah berfungsi dengan baik dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja oleh pemerintah desa maupun masyarakat setempat. Hal ini tentunya dapat mempermudah berbagai urusan administrasi dan kepentingan lainnya. Dia juga menambahkan bahwa program ini berperan penting dalam memperbaiki reformasi dan birokrasi di tingkat mikro, yaitu di tingkat desa yang merupakan elemen paling dasar dalam struktur pemerintahan. Dengan dilaksanakannya transformasi digital melalui reformasi birokrasi ini, output dari kegiatan pengabdian tersebut diharapkan dapat mengurangi kerumitan yang sebelumnya dialami masyarakat dalam urusan administrasi. Kini, semua menjadi lebih simpel dan cepat tanpa memakan banyak waktu. “Masyarakat desa perlu didorong untuk lebih maju dalam era globalisasi yang serba cepat ini. Melalui inovasi *SIMPEL*, kami berharap dapat menghadirkan dampak positif yang signifikan bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutup Farid. ANTARA