MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, yang terletak di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan komitmennya untuk mendorong peningkatan produktivitas di bidang pertanian. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui penyelenggaraan pelatihan penggunaan mesin pertanian modern, khususnya pada alat *cultivator*. Kepala BPVP Lombok Timur, Verry Fahrudin, menyatakan bahwa mereka telah mengajukan proposal untuk pengadaan mesin kultivator kepada pemerintah pusat. Jika proposal tersebut disetujui, para petani di Lombok Timur akan diberikan pelatihan mengenai cara pengoperasian alat pertanian modern ini. Verry berharap bahwa pelatihan yang diberikan akan membantu para petani dalam meningkatkan efisiensi kerja serta membawa dampak positif terhadap hasil panen mereka. Pernyataan ini disampaikan oleh Verry setelah berlangsungnya acara pojok jurnalis. Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian memegang peranan yang sangat penting di Lombok Timur, bersanding dengan sektor pariwisata. Oleh karena itu, BPVP Lombok Timur berupaya untuk terus memajukan sektor pertanian, tidak hanya melalui aspek teknik budidaya, namun juga dengan penerapan teknologi pertanian yang lebih modern. Dengan diadakannya pelatihan ini, BPVP Lombok Timur ingin menunjukkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, bahwa pertanian adalah bidang yang menarik dan menjanjikan sebagai pilihan karier. Saat ini, banyak petani di Lombok Timur yang masih mengandalkan alat-alat pertanian tradisional. Pemanfaatan alat-alat ini, tentu saja, memiliki sejumlah keterbatasan dari segi efisiensi dan produktivitas yang dihasilkan. Melalui pelatihan penggunaan mesin kultivator, diharapkan petani dapat beralih menuju teknologi pertanian yang lebih modern, yang mampu meningkatkan tingkat produktivitas di Lombok Timur. BPVP Lombok Timur memiliki visi untuk menciptakan generasi petani milenial. Melalui pelatihan ini, mereka berharap dapat menarik perhatian kalangan muda untuk berminat berkarier di sektor pertanian. "Pertanian itu bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan juga sebuah bisnis yang memiliki prospek menjanjikan," tegas Verry. ANTARA