**Borneonews - Batam**, Atlet layar asal Kepulauan Riau, Ahmad Zainuddin, yang akrab disapa Aconk, berharap agar janji pemerintah untuk memberikan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dapat segera direalisasikan. Harapan tersebut diungkapkan setelah ia sukses meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh-Sumut.
Aconk menyampaikan, "Sebelumnya, saat PON di Papua, ada janji untuk menjadikan saya sebagai PNS. Sementara itu, pekerjaan saya saat ini di KONI, itu bukanlah posisi yang diharapkan sebagai PNS." Pernyataan ini disampaikan Aconk usai tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada hari Jumat.
Dalam pertandingan kali ini, Zainuddin berhasil mempertahankan prestasinya di cabang olahraga layar dengan meraih medali emas dalam kategori *ILCA 7*. Sebelumnya, pada PON XX di Papua, ia berhasil menyumbang dua medali emas bagi kontingen Kepulauan Riau.
Pria berusia 25 tahun ini yang berasal dari keluarga atlet layar mengungkapkan bahwa ia mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan sebagai PNS. Aconk menekankan bahwa menjadi PNS sangat penting baginya, agar bisa lebih fokus dan berkomitmen pada olahraga layar yang dijalaninya.
"Saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan PNS. Memang saat ini sulit untuk mendapatkannya. Saya mohon agar janji untuk menjadi PNS ini diperjuangkan, sehingga saya dapat lebih terikat dan tetap berfokus sebagai atlet Kepri," ungkapnya.
Dalam kejuaraan PON XXI Aceh-Sumut, Aconk tidak berjuang sendirian, ia juga hadir bersama sepupunya, Rizki Marvel, yang berhasil meraih medali perak untuk kategori putra, serta pamannya, Ariel Maulana, yang juga meraih medali perak dalam kategori *ILCA 6*.
Aconk memiliki pengalaman di arena PON sebelumnya, dimana pada PON XIX di Jawa Barat tahun 2016, ia berhasil meraih dua medali perak, dan menyusul dua medali emas pada PON XX di Papua pada tahun 2021.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah terhadap kebutuhan atlet lainnya yang turut menyumbangkan medali, seperti bantuan beasiswa untuk pendidikan dan fasilitas pelatihan tambahan di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) bagi atlet yang masih menempuh pendidikan.
Rizki Marvel, yang baru berusia 11 tahun dan pertama kali mengikuti PON, menyatakan keinginannya untuk menabung hadiah yang diperoleh untuk membeli rumah dan ponsel baru. "Hadiah ini buat apa, saya juga tidak tahu. Mungkin akan saya tabung, beli rumah dan hp," ujarnya dengan polos.
Sementara itu, Ariel Maulana, yang baru saja menyelesaikan pendidikan, menyampaikan harapannya agar cabang olahraga layar bisa terus dipertahankan dalam agenda PON mendatang dan bisa kembali tampil di ajang Sea Games. "Pada tahun 2015, saya ikut Sea Games di Singapura dan berhasil meraih peringkat ketiga," katanya.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







