JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta** PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) telah memutuskan untuk memindahkan lokasi pemberhentian di halte Kebon Sirih pada arah selatan menuju Blok M ke halte temporer. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap proyek pembangunan struktur koneksi stasiun MRT Thamrin, yang dikenal dengan kode proyek CP201. Kepala Departemen Humas dan CSR PT TransJakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa perubahan lokasi pemberhentian ini akan efektif mulai hari Minggu, 22 September 2024, pukul 10:00 WIB. Ayu menegaskan bahwa para pelanggan masih dapat mengakses semua rute di halte temporer Kebon Sirih, yang terletak di sisi selatan menuju arah Blok M, Jakarta Selatan. Ayu mengungkapkan bahwa penyesuaian ini akan berlangsung hingga proyek pembangunan selesai. Para pengguna TransJakarta juga dapat mengakses lokasi halte baru melalui tautan koordinat yang telah disediakan. Mereka dapat mengunjungi link berikut untuk informasi detil: [https://bit.ly/kebonsirihsementara](https://bit.ly/kebonsirihsementara). Selain itu, pengguna juga disarankan untuk memanfaatkan aplikasi *TJ: TransJakarta*. Aplikasi ini menyediakan informasi terkait rute-rute, titik pemberhentian terdekat, waktu kedatangan bus secara *real time*, serta aneka informasi penting terkait layanan TransJakarta. Ayu menyampaikan, "Dengan aplikasi ini, pelanggan dapat terus memantau layanan TransJakarta yang selalu ter-update dalam satu genggaman. Kami merasa senang dapat melayani lebih dari 1,3 juta pelanggan setiap harinya." Halte Kebon Sirih melayani berbagai rute, antara lain Koridor 1 yang menghubungkan Blok M dan Kota, Rute 6A dari Ragunan ke Balai Kota melalui Kuningan, serta Rute 6B dari Ragunan ke Balai Kota lewat Semanggi, serta layanan Amari M1 yang juga beroperasi antara Blok M dan Kota. Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan PT MRT Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan MH Thamrin. Rekayasa ini akan berlaku mulai 21 September 2024 dan berlangsung hingga 28 Februari 2025. Penerapan rekayasa lalu lintas ini berkaitan dengan pembangunan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin, yang merupakan bagian dari pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP201) Bundaran HI menuju Harmoni. Pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan di sisi timur Jalan MH Thamrin, di mana zona konstruksi yang awalnya berada di tengah jalan akan dipindahkan ke sisi timur. Akibatnya, arus lalu lintas dari depan Gedung Kementerian ESDM sampai dengan Thamrin 10 Food & Creative Park akan bergeser ke area tengah jalan, dengan konfigurasi tiga lajur untuk kendaraan reguler ditambah satu lajur campuran yang diperuntukkan bagi kendaraan reguler dan TransJakarta (3+1). Penyesuaian juga akan dilakukan di simpang jalan MH Thamrin-Jalan Kebon Sirih. Arus lalu lintas pada Jalan Kebon Sirih dari arah timur (Gondangdia) menuju barat (Tanah Abang) akan dibuka kembali, sehingga kendaraan tidak perlu berputar balik di Bundaran HI. Selain itu, arus dari Jalan Kebon Sirih yang berasal dari arah barat (Tanah Abang) dapat langsung melanjutkan perjalanan ke arah timur (Gondangdia). Sebagai bagian dari perubahan ini, shelter bus TransJakarta di Bank Indonesia pada sisi timur (arah Blok M) juga akan dipindahkan sementara. Shelter tersebut akan berpindah ke depan Gedung ex-Bank Bangkok terhitung mulai 21 September 2024 hingga 20 November 2024. ANTARA