PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meluas. Data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya menunjukkan bahwa hingga saat ini, total lahan yang terbakar mencapai 49,14 hektar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, mengungkapkan bahwa angka tersebut diperoleh dari 138 kejadian Karhutla yang terjadi di berbagai wilayah di Palangka Raya. Sebagian besar kejadian Karhutla terjadi di Kecamatan Jekan Raya dengan total 98 kejadian. Sementara itu, di Kecamatan Pahandut tercatat 11 kejadian, Sebangau 22 kejadian, dan Bukit Batu 7 kejadian. Menariknya, di Kecamatan Rakumpit tidak tercatat adanya kejadian Karhutla.

"Kami terus berupaya untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran, namun kami juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan mereka agar terhindar dari kebakaran," katanya pada Sabtu, 21 September 2024.

Heri Fauzi menambahkan bahwa sebagian besar kebakaran lahan di Palangka Raya diduga melibatkan unsur kesengajaan dari oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab, serta disebabkan oleh cuaca panas terik dan kondisi lahan yang kering.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama agar terhindar dari bencana kebakaran," pungkasnya. (PATHUR/H)