SEMARANG –
**Borneonews - Batang**, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang yang terletak di Jawa Tengah, telah melaksanakan kampanye untuk mendorong para nelayan agar menjaga keberadaan hiu paus (*Rhincodon typus*) di area perairan Laut Jawa. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap spesies yang kini semakin terancam punah. Aryamir Sulasmoro, yang menjabat sebagai General Manager Stakeholder Relation di PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), selaku pemilik PLTU, menjelaskan bahwa kegiatan kampanye ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi. Tujuan utamanya adalah untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai keberadaan hiu paus yang kerap mencari makan di sekitar pesisir Sigandu-Roban. Hiu paus yang semakin jarang dijumpai di alam liar memicu keprihatinan dan perlunya upaya kolektif dalam melestarikan spesies ini. Aryamir menekankan, "Kami sangat berharap melalui sosialisasi ini, kesadaran masyarakat, khususnya para nelayan, untuk menjaga keberadaan hiu paus dapat meningkat." Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Lilik Harnadi, turut memberikan penjelasan mengenai pentingnya penataan ruang laut. Ia menjelaskan bahwa terdapat tujuh zona yang harus dipahami oleh masyarakat, terutama oleh nelayan, saat mereka melakukan aktivitas di laut. Zona-zona tersebut meliputi zona perikanan tangkap, zona *dumping area*, zona pelabuhan laut, zona pelabuhan perikanan, zona industri, zona pengelolaan ekosistem pesisir, zona pariwisata, serta kawasan konservasi taman. Lilik menegaskan, pemahaman akan zonasi ini sangat penting agar nelayan tahu area mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak untuk kegiatan penangkapan ikan. "Setiap zona sudah mendapatkan izin resmi, termasuk zona laut PLTU Batang. Penataan ruang laut yang jelas harus diketahui oleh nelayan untuk dapat melindungi hiu paus," ujarnya. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo, menunjukkan dukungan terhadap inisiatif sosialisasi yang dinilai bermanfaat bagi komunitas nelayan setempat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong tindakan nyata dalam perlindungan terhadap hiu paus dan ekosistem maritim yang lebih luas. ANTARA