BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya saat ini mengalami penurunan kualitas udara. Berdasarkan data Aplikasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Net pada 21 September 2024, kondisi udara di Palangka Raya telah memasuki zona biru, yang berarti kategori sedang, setelah sebelumnya berada di zona hijau atau kategori baik.
Meskipun masih dalam kategori yang dapat diterima untuk kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, penurunan kualitas udara ini menjadi perhatian serius. Tingkat kelembaban udara tercatat sebesar 83 persen, dengan tekanan udara 1.008 mbar dan suhu udara 29 derajat Celsius.
"Kami terus aktif melakukan patroli terhadap lahan kering yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk mencegah kebakaran dan menjaga kualitas udara di Palangka Raya tetap baik," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi.
Heri Fauzi menekankan pentingnya upaya pencegahan Karhutla untuk menjaga kualitas udara. Ia juga mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk berkolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Palangka Raya.
"Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan melaporkan setiap potensi bahaya kebakaran," imbau Heri Fauzi.
Dengan kerja sama yang baik, diharapkan dapat mencegah terjadinya Karhutla dan menjaga kualitas udara di Palangka Raya tetap sehat. BPBD Palangka Raya terus memantau kondisi udara dan melakukan upaya preventif untuk menghindari kebakaran.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," pungkasnya. (PATHUR/H)









