PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Palangka Raya kembali dihadapkan pada tantangan serius dalam penanganan dan pencegahan kebakaran.

Data yang dihimpun oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Palangka Raya menunjukkan bahwa sejak 1 Januari 2024 hingga 21 September 2024, terdapat 66 kejadian kebakaran di kawasan pemukiman.

Meningkatnya jumlah kejadian kebakaran ini menjadi perhatian serius bagi Diskarmat. Berdasarkan laporan yang diterima, penyebab kebakaran bervariasi, mulai dari kelalaian hingga kerusakan instalasi listrik.

"Jumlah kejadian kebakaran yang terus meningkat menunjukkan perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif," tegas Kepala Diskarmat Palangka Raya, Gloriana Aden, pada Sabtu, 21 September 2024.

Meskipun Diskarmat telah berupaya keras untuk memberikan respons yang cepat dan efektif terhadap setiap kejadian kebakaran, Gloriana Aden mengakui bahwa tantangan dalam penanganan kebakaran semakin kompleks.

Untuk mengatasi hal ini, Diskarmat telah menggelar berbagai pelatihan dan simulasi guna meningkatkan keterampilan aparat serta relawan pemadam kebakaran. Selain itu, koordinasi dengan masyarakat juga diperkuat untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko kebakaran dan langkah-langkah pencegahannya.

"Penting bagi masyarakat untuk memahami potensi risiko dan ikut serta dalam upaya pencegahan kebakaran," ujar Gloriana Aden.

Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Diskarmat Palangka Raya berharap dapat mengurangi jumlah kejadian kebakaran di masa depan.

"Ke depannya, kami akan terus berupaya memperbaiki sistem penanganan kebakaran dan meningkatkan keterampilan tim pemadam untuk menghadapi kemungkinan kebakaran yang lebih kompleks," pungkas Gloriana Aden. (PATHUR/H)