BANTEN –
**Borneonews - Pandeglang**, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten akan menyelenggarakan acara *Rhino Eco Run* yang dirancang khusus untuk memperingati Hari Badak Sedunia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 29 September. Direktur Utama KEK Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, menjelaskan bahwa target peserta berasal dari berbagai kota, termasuk Jakarta, Banten, Tangerang, dan wilayah sekitarnya di Jawa Barat. Dia menekankan pentingnya acara ini sebagai bentuk peringatan sekaligus penggalangan kesadaran mengenai konservasi Badak Jawa yang saat ini dalam kondisi terancam punah. “Acara ini tidak hanya sekadar ajang lari santai dengan jarak 5 dan 10 kilometer, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk masyarakat mengenai pentingnya melestarikan badak,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat lebih memahami upaya pelestarian satwa legendaris tersebut. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara KEK Tanjung Lesung dan berbagai instansi pemerintah, seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Yayasan Badak Indonesia (YABI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten dan PPI Banten. Poernomo menambahkan bahwa di sepanjang rute lari, peserta akan menjumpai berbagai informasi mengenai konservasi badak yang ditampilkan melalui banner dan poster. Rute untuk lari akan dimulai dari jalan raya arteri KEK Tanjung Lesung, melanjutkan arah ke Pantai Lalassa. Peserta akan berlari sejauh 3 kilometer dari tepi Pantai Lalassa hingga mencapai Pantai Bodur, yang menjadi garis finis. Perlombaan ini akan dimulai tepat pada pukul 07.30 WIB untuk peserta yang menempuh jarak 10 kilometer, sementara peserta 5 kilometer akan memulai pada pukul 07.40 WIB. Selain itu, dalam kolaborasi dengan Balai TNUK dan Yayasan Badak Indonesia, juga akan ada penyerahan tanaman pakan badak dari komunitas kepada pemerintah daerah. “Kita berharap dengan penyerahan ini, keragaman jenis pakan bagi Badak Bercula Satu dapat meningkat, sambil merestorasi ekosistem habitatnya sebagai langkah dalam upaya konservasi,” tambahnya. Poernomo berharap kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangkitkan potensi wisata di wilayah Banten, khususnya di KEK Tanjung Lesung. Dengan begitu, diharapkan masyarakat akan lebih peduli terhadap keberadaan satwa langka dan wisata daerah mereka. ANTARA