**Borneonews - Bandarlampung**, Pengamat ekonomi Marselina Djayasinga menggarisbawahi pentingnya penerapan bauran kebijakan, atau yang dikenal dengan *policy mix*, demi menjaga stabilitas perekonomian di Provinsi Lampung. Ia berpendapat bahwa langkah ini krusial untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam konteks ini, Marselina memperingatkan beberapa tantangan yang harus menjadi perhatian pemerintah, seperti kemungkinan terjadinya deflasi, kesulitan dalam penciptaan lapangan kerja, dampak dari kemajuan *artificial intelligence*, serta perubahan kebijakan dari pemerintahan yang baru. Selain itu, situasi ketidakpastian yang disebabkan oleh faktor geopolitik, dan fenomena cuaca seperti El Nino dan La Nina juga memerlukan perhatian ekstra.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, dibutuhkan strategi kebijakan yang proporsional melalui implementasi bauran kebijakan. Marselina menjelaskan bahwa kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan secara sinergis tanpa adanya ego sektoral yang menghalangi. Dalam hal ini, pemerintah disarankan untuk melakukan langkah-fiskal ekspansif, termasuk meningkatkan pengeluaran melalui gaji aparatur sipil negara (ASN), tunjangan hari raya, serta pemberian bonus.
Lebih lanjut, ia juga menekankan perlunya meningkatkan transfer tunai kepada masyarakat, memberikan insentif fiskal, dan mempercepat realisasi anggaran baik APBN maupun APBD. Fokus anggaran sebaiknya diarahkan kepada sektor-sektor unggulan untuk dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta kapasitas produksi yang ada.
Marselina, yang juga merupakan Regional Expert dari Kementerian Keuangan, menambahkan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan program subsidi agar dapat tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa saat ini terdapat fenomena penurunan kelas menengah yang harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Pemberdayaan ekonomi yang berbasis rumah tangga juga dianggap perlu, dengan memanfaatkan lahan yang ada melalui optimalisasi pertanian perkotaan. Selain itu, perlu adanya pembukaan lapangan kerja baru, bantuan modal, serta pelatihan pemasaran yang lebih intensif.
Dari sisi permintaan, peningkatan daya beli masyarakat harus didorong melalui kenaikan upah minimum provinsi (UMP). Sementara itu, dari sisi penawaran, penting untuk mempermudah proses perizinan usaha yang kaku, peningkatan kapasitas produksi, serta memberikan insentif pajak.
Marselina juga menyarankan agar kebijakan moneter menerapkan *easy money policy*, yang salah satunya dapat dilakukan dengan menurunkan suku bunga. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemulihan ekonomi di Lampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
ANTARA
Strategi Bauran Kebijakan untuk Perekonomian Lampung yang Stabil
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







