**Borneonews - Jakarta**, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melaksanakan asesmen mitigasi terhadap sistem keamanan di berbagai lokasi dengan tujuan utama mencegah terjadinya aksi terorisme selama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini dinilai penting agar perhelatan olahraga besar tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Mayor Jenderal TNI Roedy Widodo, yang menjabat sebagai Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengamanan di sejumlah tempat, termasuk bandar udara dan lokasi pertandingan. "Kami mengevaluasi apakah sistem pengamanan yang ada sudah memadai. Jika ditemukan kekurangan, kami akan melakukan penilaian ulang dan memberikan rekomendasi perbaikan kepada penyelenggara," tuturnya dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Jakarta.
Asesmen mitigasi yang dilakukan oleh BNPT terdiri dari tiga tahapan utama yang telah dipersiapkan secara detail dan cermat. Tahap pertama adalah persiapan, di mana BNPT mendirikan posko utama sebagai pusat koordinasi. Posko ini bertugas untuk mengawasi semua persiapan, baik secara daring maupun dalam bentuk tatap muka, guna memastikan bahwa semua aspek operasi pengamanan berjalan dengan baik.
"Kami merancang segala kebutuhan operasional pada tahap ini, mulai dari penugasan personel hingga strategi pengamanan yang akan diterapkan oleh tim di lapangan," tambah Roedy. Posko tersebut juga dijadikan sebagai tempat kolaborasi antara BNPT dan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Polri, dan kementerian atau lembaga pemerintah lainnya, demi pemetaan strategi pengamanan yang menyeluruh.
Tahap kedua adalah pelaksanaan, di mana BNPT bergabung dengan satuan tugas pengamanan yang dipimpin oleh Panglima Kodam Iskandar Muda dan Bukit Barisan. Kapolda Aceh dan Kapolda Sumatera Utara juga berperan sebagai wakil koordinator dalam struktur ini. BNPT ditugaskan sebagai bagian integral dari satuan tugas, yang mencakup berbagai unit fungsional seperti intelijen, kontra propaganda, dan pengawasan.
"Kolaborasi ini merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2024, yang memberikan mandat kepada BNPT untuk mengamankan penyelenggaraan PON XXI di Aceh dan Sumut," ungkapnya. Dalam upaya lebih lanjut, BNPT juga membentuk satuan tugas khusus yang fokus pada asesmen lingkungan dan objek vital nasional yang terkait dengan acara PON, serta menilai pegawai yang memiliki risiko tinggi.
Tahap ketiga adalah pengakhiran, di mana BNPT melakukan evaluasi dan konsolidasi dengan semua pihak yang terlibat, termasuk TNI, Polri, kementerian terkait, serta pemerintah daerah. "Evaluasi ini tidak hanya bertujuan untuk meninjau efektivitas pengamanan yang telah dilakukan, tetapi juga untuk memperkuat hubungan dan koordinasi dengan semua instansi berkepentingan," jelasnya.
Dalam menjalankan fungsinya, BNPT juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya radikalisme dan terorisme. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan nasional serta menciptakan sikap tanggap terhadap potensi ancaman. BNPT melaksanakan sosialisasi tentang ancaman nyata yang berkaitan dengan terorisme untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
Roedy mengungkapkan bahwa ada tiga komponen utama dalam strategi pencegahan terorisme yang dijalankan BNPT, yaitu kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. Dalam konteks kesiapsiagaan nasional, BNPT membentuk program *Desa Siap Siaga* di seluruh Indonesia. Selain itu, BNPT juga mendirikan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 34 provinsi sebagai bagian dari usaha kontra radikalisasi, serta melibatkan Duta Damai di 19 provinsi dan Duta Damai Santri di dua provinsi.
Roedy mengharapkan agar pelaksanaan PON XXI dapat berlangsung dengan lancar, aman, damai, dan harmonis. Meskipun potensi ancaman terorisme selalu ada, ia menekankan bahwa semua pihak telah berupaya maksimal dalam mencegah terjadinya tindakan teror selama acara tersebut. "Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Harapan kita agar Aceh dan Sumut dapat merayakan sukses PON XXI bersama. Kita harus melawan radikalisme dan terorisme dengan rasa kasih sayang, membangun kedamaian, dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan," ujarnya.
Sebelumnya, Roedy juga melakukan kunjungan ke Markas Kodam Bukit Barisan dan berinteraksi dengan pejabat setempat mengenai langkah-langkah yang diambil BNPT untuk memastikan keberhasilan PON XXI.
ANTARA
BNPT Lakukan Asesmen Keamanan untuk Cegah Terorisme di PON XXI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Komisi III DPR Minta Kapolri Terus Gas Pol Perangi Narkoba
Manchester United Tak Berdaya, Dihajar Bournemouth 0-3 di Old Trafford
Gol McKennie dan Luiz Bawa Juventus Menang 2-0 atas Lecce
Hujan Lebat Guyur Tanjung Harapan TN Tanjung Puting
Bayern Muenchen Rebut Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Freiburg 3-1
Gol Menit Akhir Bantu Timnas Indonesia U15 Imbang 1-1 Lawan Bangladesh
Komentar (0)
Memuat komentar…







