BORNEONEWS, Gunung Mas - Dari hasil kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dari Daerah pemilihan III meliputi Kecamatan Tewah, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Damang Batu dan Kecamatan Miri Manasa menemukan banyak masalah.
Masalah muncul pada bidang infrastruktur, kesejahteraan masyarakat dan pemerintahan. Temuan tersebut disampaikan ke Pemkab Gumas dan harus ditindaklanjuti dengan cepat. Jika dibiarkan, bisa berakibat kurang baik terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan.
Juru bicara Daerah Pemilihan III Untung Jaya Bangas saat menyampaikan, khusus pada bidang pemerintahan banyak hal yang ditemukan kalangan anggota DPRD di lapangan, seperti masih ada beberapa aparatur sipil negara (ASN) yang belum melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai aturan.
“Mulai dari camat, sekretris camat dan beberapa pegawai lainnya, jarang berada di tempat,” ungkap Untung.
Selain itu juga keluhan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di tingkat kelurahan, yakni tidak mendapat insentif atau honor seperti tahun-tahun yang terdahulu. Mengingat tidak ada lagi dana dari Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Insentif yang didapat ketua RT/RW ditingkat desa juga sangat kecil, tidak sesuai beban kerja yang diberikan,” ucap dia.
Politisi Partai Demokrat itu menyatakan, selain itu banyak sekolah baik dari tingat sekolah dasar (SD) sekolah menangah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) yang kekurangan tenaga pengajar. Selain itu, terdapat beberapa bangunan polindes, puskesmas pembantu dan puskesmas yang tidak mempunyai tenaga medis.
Masalah lain adalah pendamping desa yang tidak menjalankan tugas dan tanggungjawab.
“Dari beberapa catatan di atas dimohon dengan hormat ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, untuk meneruskan kepada Bupati Gunung Mas selau pempinan daerah untuk menindaklanjuti,” harapnya. (EPRA SENTOSA/m)








