JAKARTA –
**Borneonews - Beirut**, Kelompok perlawanan Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengonfirmasi pada Jumat malam bahwa komandan militer utama mereka, Ibrahim Aqil, telah tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di pinggiran selatan Beirut. Kematian Aqil membuat Hizbullah berduka. Mereka menyebutnya sebagai salah satu "pemimpin utama" yang syahid di jalan menuju Yerusalem, menekankan komitmen kelompok ini dalam mendukung perjuangan Palestina menghadapi agresi yang dilakukan oleh Israel, terutama dalam konflik yang saat ini berlangsung di Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan udara tersebut mengakibatkan tewasnya sedikitnya 14 orang, dengan 66 lainnya mengalami luka-luka. Dari mereka yang terluka, sembilan orang dilaporkan dalam keadaan kritis. Laporan dari media nasional Lebanon menyebutkan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah apartemen di daerah Jamous, sebuah kawasan pemukiman. Operasi militer Israel ini dikonfirmasi oleh tentara Israel, yang menyatakan bahwa mereka berhasil membunuh Aqil, bersama dengan seorang komandan senior lain dari Pasukan Radwan, unit elit Hizbullah. Serangan ini menjadi yang ketiga kali yang dilancarkan oleh Israel di kawasan tersebut dalam rentang waktu hampir satu tahun terakhir, yang menunjukkan adanya peningkatan ketegangan militer di antara kedua belah pihak. Sebelumnya, serangkaian serangan fatal telah terjadi, termasuk pembunuhan wakil kepala biro politik Hamas, Saleh al-Arouri, pada 2 Januari dan pemimpin terkemuka Hizbullah, Fouad Shukr, pada 30 Juli. Terjadinya serangan udara ini bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di wilayah Lebanon, terutama setelah Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan bahwa konflik dengan Hizbullah telah memasuki "tahap baru". Situasi ini semakin diperburuk dengan meningkatnya kekerasan lintas perbatasan sejak Israel mulai menggempur Jalur Gaza. Data mencatat hampir 41.300 korban, yang mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, telah tewas akibat serangan Israel setelah kelompok Palestina, Hamas, melancarkan serangan lintas batas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023. ANTARA