BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah memiliki koleksi buku bagi penyandang cacat, terutama tunanetra. Bagi para penyandang tunanetra di Kobar dapat menikmati dengan membaca koleksi buku pelajaran braille.
"Kita sudah ada memiliki koleksi buku untuk disabilitas (penyandang cacat), terutama tunanegra," kata Kepala KPAD Kobar, Safwan, di Pangkalan Bun, Kamis (4/8/2016).
Buku braille yang tersedia, terang Safwan, menggunakan format cetakan tactile yang berarti dapat dibaca dengan menyentuh huruf timbul di kertas. Sistem awal buku braille adalah membuat huruf romawi timbul untuk membentuk kata dan kalimat di kertas.
Selain itu, guna mendukung minat baca para penyandang disabilitas khususnya di Kobar, pihaknya akan membangun jalan khusus, bagi pengguna kursi roda. "Rencananya tahun depan kita bangun, tujuannya agar lebih memudahkan mereka, mengakses ke dalam perpustakaan," ujarnya.
Jumlah pengunjung penyandang disabilitas ke perpustakaan daerah, memang kurang, hal itu dikarenakan rata-rata mereka sudah mendapatkannya di sekolah luar biasa (SLB).
Meski demikian, pihaknya terus berupaya agar menarik minat pembaca, khususnya penyandang disabilitas. Karena memang di perpustakaan ini sifatnya bebas, semua kalangan boleh menggunakan fasilitas, baik membaca bahkan meminjam buku yang tersedia .(UD/N).








