PALU –
**Borneonews - Palu**, Dinas Kesehatan Kota Palu mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak merasa panik berlebihan terkait dengan penyebaran penyakit cacar monyet, yang juga dikenal dengan nama *Monkeypox* (Mpox). Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin, pada hari Sabtu, 21 September 2024, ia menjelaskan bahwa penyakit ini memang menjadi perhatian serius bagi pemerintah, tetapi panik bukanlah solusi yang diharapkan. Rochmat menekankan pentingnya penanganan yang cepat dan tepat untuk penyakit Mpox, yang dapat berpotensi menyebabkan kematian. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan terhadap pasien yang menunjukkan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut. Jika terdeteksi, tim medis akan segera mengambil sampel untuk dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna mendapatkan hasil analisis yang akurat. Selain itu, Dinas Kesehatan setempat juga telah menginstruksikan fasilitas kesehatan pemerintah agar melaksanakan berbagai upaya pencegahan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melaksanakan kampanye promosi kesehatan kepada masyarakat. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai penyakit menular. "Masyarakat tidak perlu merasa resah," ujar Rochmat. Ia menambahkan bahwa penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyakit menular, termasuk dengan menjaga pola makan dan daya tahan tubuh yang baik. Rochmat juga menjelaskan tentang sifat penularan Mpox. Meskipun merupakan penyakit menular, Mpox tidak mudah menular dari manusia ke manusia lainnya. Penularan lebih mungkin terjadi melalui kontak dekat dengan individu yang terinfeksi. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Gejala awal dari cacar monyet termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, serta munculnya ruam melepuh dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika ada individu yang mengalami gejala yang mirip, sangat disarankan untuk segera pergi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Petugas kesehatan siap siaga dalam merespons kasus yang berkaitan dengan cacar monyet. Pada tahun lalu, Dinas Kesehatan juga pernah mengambil dua sampel yang dicurigai sebagai kasus cacar monyet; namun, hasil pemeriksaan di laboratorium menunjukkan hasil negatif. Dari Januari hingga September 2024, meskipun terdapat beberapa gejala klinis yang mirip, hasil pemeriksaan juga menunjukkan negatif. Rochmat berharap agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan sekitarnya. ANTARA