JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), atau yang lebih dikenal dengan nama Pelindo, secara proaktif mengadakan serangkaian pelatihan dalam program *Gedor Ekspor*. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekspor para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang berada di bawah binaan mereka. Pelatihan ini melibatkan kolaborasi antara Pelindo, Atase Perdagangan Indonesia, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di enam negara. Dalam upaya untuk menyelenggarakan pelatihan yang komprehensif, sesi ini direncanakan akan berlangsung secara daring (*webinar*) dari bulan September sampai Oktober 2024. Febrianto Zenny, yang menjabat sebagai Department Head Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo, menjelaskan bahwa pelatihan ini akan melibatkan pejabat Atase Perdagangan Indonesia di negara-negara seperti Korea Selatan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, China, Malaysia, dan Turki. Mereka akan memberikan wawasan berharga kepada UMK tentang standar ekspor dan peluang pasar yang tersedia di masing-masing negara tersebut. Di setiap sesi pelatihan, para peserta akan mendapatkan materi langsung dari para ahli yang memahami seluk-beluk ekspor di negara tujuan. Rincian yang disampaikan mencakup pemenuhan standar produk serta persyaratan internasional yang harus dipatuhi oleh para pelaku UMK. Manajer Perencanaan dan Pengelolaan Program TJSL Pelindo, Annisa Karimah, juga menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai alat promosi digital. Alat-alat ini, seperti *e-Flyer*, *e-Poster*, dan *digital background*, bertujuan untuk membantu UMK mempersiapkan strategi pemasaran yang lebih profesional. Pada tahap awal pelatihan, Pelindo melakukan kurasi produk secara daring. Setiap UMK diminta untuk mengunggah spesifikasi produk, harga, dan foto produk mereka. Proses ini diikuti dengan evaluasi dan penilaian kesiapan untuk melakukan ekspor. Produk-produk yang telah melalui proses tersebut kemudian dikelompokkan dalam tiga kategori: pemula, menengah, dan mahir. Pengelompokan ini didasarkan pada tingkat kesiapan UMK dalam memasuki pasar internasional. Sebagai tahap akhir program, dilakukan kurasi final yang melibatkan para Atase Perdagangan dan ITPC. Dalam fase ini, mereka akan menilai produk sesuai dengan standar yang berlaku di masing-masing negara untuk memastikan produk tersebut memenuhi persyaratan teknis serta memiliki kualitas dan harga yang kompetitif di pasar global. Febrianto berharap bahwa UMK binaan Pelindo dapat berkembang menjadi pemain yang diperhitungkan di pasar ekspor dunia, serta berani untuk mengeksplorasi peluang di pasar global yang lebih luas. "Kami yakin bahwa UMK memiliki potensi yang besar untuk bersaing di kancah internasional. Melalui program *Gedor Ekspor*, kami akan senantiasa mendukung perkembangan UMK binaan kami," ujarnya. ANTARA