KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Realisasi pendapatan di wilayah Sulawesi Tenggara hingga tanggal 20 September 2024 mencapai Rp3,06 triliun. Angka tersebut diungkapkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) setempat. Kepala DJPb Sultra, Syarwan, dalam keterangan yang disampaikan di Kendari pada hari Sabtu, menyatakan bahwa pendapatan tersebut berasal dari penerimaan dalam negeri, yang meliputi penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (*PNBP*). Dari total itu, penerimaan pajak tercatat sebanyak Rp2,381 triliun, sedangkan penerimaan *PNBP* mencapai Rp681 miliar. Ia menjelaskan bahwa realisasi pendapatan ini mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, atau disebut dengan *year on year* (*yoy*). "Untuk penerimaan perpajakan, kontraksinya sebesar 1,45 persen, sedangkan penerimaan *PNBP* ternyata menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,49 persen," ujarnya. Di sisi lain, belanja negara di Sulawesi Tenggara pada periode yang sama tercatat sebesar Rp17,68 triliun, dari total pagu belanja sebesar Rp26,24 triliun. Rincian pagu tersebut terdiri dari belanja Kementerian dan Lembaga (*K/L*) sebesar Rp5,18 triliun serta transfer ke daerah (*TKD*) sebesar Rp12,50 triliun. "Persentase total realisasi belanja negara mencapai 65,21 persen dari pagu, dengan belanja K/L menyentuh 61,19 persen dan TKD sebesar 67,04 persen," tambah Syarwan. Belanja *K/L* mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 3,52 persen, sementara belanja *TKD* meningkat sebesar 7,99 persen. Dari belanja K/L tersebut, kementerian yang menyerap anggaran tertinggi adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan realisasi mencapai Rp966 miliar, atau setara dengan 18,63 persen dari total realisasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pertumbuhan belanja tertinggi (*yoy*) tercatat pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan angka pertumbuhan mencapai 56,05 persen. Hal ini dikaitkan dengan pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (*PTSL*). Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 41,49 persen. ANTARA