JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum PP Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) K.H. Moch. Irfan Yusuf, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, menekankan pentingnya hubungan sinergis antara politik dan agama. Dalam sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I GEMIRA, beliau merujuk pada pandangan Al-Mawardi yang menyatakan bahwa kedua aspek ini seharusnya berjalan berdampingan. Gus Irfan, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa ketika politik diselaraskan dengan agama, hasilnya akan lebih harmonis. Sebaliknya, agama yang digabungkan dengan politik akan memberikan kekuatan tambahan. Dia mengemukakan bahwa kolaborasi ini akan membantu para politikus untuk bertindak dengan lebih terarah dan terkendali. Dengan menyatakan betapa pentingnya landasan agama bagi para politikus, Gus Irfan berharap agar ke depan tidak ada lagi kabar tentang politikus yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau bertindak semena-mena. Menurutnya, jika para politikus dilindungi oleh nilai-nilai agama, mereka akan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Sebagai contoh konkret mengenai kekuatan yang muncul dari kolaborasi antara politik dan agama, Gus Irfan menyebut keputusan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang berhasil menutup lokalisasi Gang Dolly. Ia menekankan bahwa dengan satu keputusan politik dari wali kota saat itu, penutupan lokalisasi tersebut berhasil dilakukan, meskipun tidak sepenuhnya, dengan tingkat penyelesaian sekitar 85 persen. Ia juga menggarisbawahi bahwa masalah sosial lainnya seperti perjudian dan minuman keras dapat diselesaikan melalui keputusan politik yang tegas, meskipun sering kali para ulama dan dai menghadapi kesulitan dalam menanganinya. Rapimnas I GEMIRA ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 21 hingga 22 September, di Jakarta. Pada acara pembukaannya, hadir beberapa tokoh penting, di antaranya Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PP GEMIRA Sudarto, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, serta sejumlah pengurus dan anggota organisasi GEMIRA, disertai tokoh-tokoh dari berbagai organisasi masyarakat. ANTARA