BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diminta membuka desa-desa terisolasi yang masih belum memiliki akses jalan darat. 

“Saat ini masih ada 16 desa di Kabupaten Kotim yang belum terjangkau transportasi darat. Karena itu kami mendorong agar pemkab bisa membuka isolasi desa-desa itu dengan membangun infrastruktur jalan,” kata anggota DPRD Kotim Rudianur, Kamis (4/8/2016).

Menurutnya, potensi wilayah di desa-desa yang terisolasi tersebut cukup banyak, terutama komoditas pertanian dan perkebunan. Akibat ketiadaan akses jalan darat, masyarakat di sana kesulitan menjual komoditinya.

Selain itu, harga-harga kebutuhan pokok menjadi sangat mahal karena harus dibawa menggunakan transportasi sungai.

“Kondisi ini tentu sangat miris. Daerah yang memiliki potensi yang begitu banyak tetapi belum didukung dengan akses jalan yang baik,” ucap Rudi.

Apabila akses jalan darat sudah terbuka, lanjut dia, maka roda perekonomian masyarakat diyakini bisa maju dan berkembang ke depan.

“Kami mengapresiasi program pemerintah daerah yang ingin membangun infrastruktur jalan melalui sistem tahun jamak (multiyears). Namun, kendala lain seperti dibutuhkannya dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi maupun status kawasan harus terus diperjuangkan,” ujar dia.

Selain membuka akses jalan di 16 desa, lanjut Rudi, ada beberapa program kegiatan pembukaan jalan antar kecamatan dan desa yang perlu mendapat perhatian pemkab. Seperti jalur Desa Bajarum, Kenyala, hingga Kecamatan Mentaya Hulu. Kemudian Jalan Desa Telaga Antang, Tumbang Koling, hingga Bukit Batu. Jalan dari Sport Center hingga Desa Eka Bahurui, serta Jalan Desa Pelangsian hingga Markas Polair. (RAFIUDIN/m)