**Borneonews - Mamuju, Sulawesi Barat** - Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, berpartisipasi dalam rangkaian acara *Climate Innovation Generation Program* (CIGPro) 2024. Aktivitas ini meliputi penanaman mangrove dan upaya pelestarian penyu hijau yang dilakukan pada tanggal 21 September 2024.
Ketua Komunitas Sahabat Penyu Polewali Mandar, Muhammad Yusri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari CIGPro 2024. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung inisiatif pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam memperbaiki kondisi lingkungan yang kita miliki, tuturnya.
Acara yang diadakan oleh Sahabat Penyu Polewali Mandar ini melibatkan puluhan murid dari SDN 060 Inpres Mampie, yang bersama dengan guru serta masyarakat setempat, secara bergotong-royong menanam bibit mangrove di sepanjang pesisir Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo. Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam pelepasliaran penyu hijau ke habitat alaminya.
Yusri menekankan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sedari usia dini. "Langkah ini penting untuk melindungi pantai dari abrasi serta menjaga keanekaragaman hayati laut," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa penanaman mangrove tidak hanya sekadar seremonial; para peserta, terutama anak-anak, akan melakukan pemeliharaan dan pengamatan terhadap bibit mangrove yang sudah ditanam selama dua tahun ke depan.
Kami tidak hanya fokus pada penanaman. Kami akan melakukan pemantauan rutin selama dua tahun untuk memastikan bahwa bibit mangrove tumbuh dengan baik, jelas Yusri. Penanaman mangrove diharapkan dapat meningkatkan penyerapan karbon, mencegah abrasi pantai, serta menyediakan habitat bagi berbagai spesies biota laut.
Adapun pelepasan penyu hijau adalah salah satu upaya untuk menjaga populasi penyu yang semakin terancam. Yusri menyatakan, "Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kami berharap program seperti ini bisa terus berlangsung secara berkelanjutan.
Kepala Sekolah SDN 060 Inpres Mampie, Markaban, menyambut baik inisiatif penanaman mangrove dan pelepasliaran penyu yang melibatkan siswanya. Kami mengapresiasi gerakan dari Komunitas Sahabat Penyu. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang kami tanamkan kepada murid-murid kami, tuturnya.
Salah satu murid, Tika, mengungkapkan kegembiraannya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Saya senang bisa menanam mangrove dan melepas penyu. Kami juga akan diberi jadwal untuk memantau mangrove yang sudah kami tanam, ungkap Tika.
CIGPro merupakan inisiatif yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai salah satu upaya untuk melibatkan generasi muda dalam menangani masalah perubahan iklim. Melalui berbagai kegiatan yang inovatif, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
ANTARA
Murid SD di Polewali Mandar Tanam Mangrove dan Lepas Penyu Hijau
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Edy Pratowo Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Hindari Pembakaran Lahan
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Petani Rakumpit Gagal Panen Akibat Diserang Karhutla
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
Komentar (0)
Memuat komentar…







