BORNEONEWS, Kotim - Seekor bayi orang utan, ditemukan warga, di kebun karet Desa Sungai Peang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (3/8/2016). Kondisi bayi orangutan, yang diperkirakan berumur satu sampai satu setengah tahun itu, cukup mengejutkan. Tubuhnya sangat kurus akibat kekurangan gizi, tanpa ada induknya yang mengasuh.

“Saat saya temukan, kondisinya sudah sangat kurus. Bahkan tidak terlalu mau makan,” ujar Martono, warga yang menemukan bayi primata tersebut, di Sampit, Kamis (4/8/2016).

Martono menemukan orangutan tersebut saat pulang dari kebun buah kelapa sawit miliknya ke pondok. Di tengah perjalanan dia mendengar ada suara tangisan seperti anak kecil. Sehingga dia langsung mencari sumber suara tersebut, dan menemukan bayi orangutan itu di atas pohon karet.

Melihat hal tersebut, Martono menangkapnya dan membawanya ke pondok untuk diberikan makanan. Namun saat diberi pisang dan air susu, hewan berjenis kelamin betina itu tidak terlalu mau memakan atau meminumnya.

Komandan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Muriansyah mengatakan, kondisi bayi orangutan itu, cukup sehat. Hanya, antara umur dan badannya tidak sesuai, karena sangat kurus. Itu terjadi akibat saat berada di kebun, tidak ada makanan untuknya. Apalagi ditempat itu hanya ada pohon karet, sawit, dan nanas.

“Dia tidak ada induknya, padahal usia orangutan seperti itu masih suka dimanja dan tidak mau dipisah dengan induknya. Selain itu di tempat itu juga minim makanan. Sehingga hal itulah yang membuatnya kurus,” ungkap Komandan BKSDA Sampit, Muriansah, saat mengevakuasi orangutan tersebut dari rumah    .

Muriansah juga menduga, munculnya hewan dilindungi itu ke pemukiman atau kebun warga akibat hutan tempat mereka tinggal sudah tidak ada lagi. Bisa jadi akibat kebakaran lahan yang cukup besar tahun lalu. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, mereka mencari hingga kepemukiman warga. (M. HAMIM/N).