JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Pemerintahan Taliban di Afghanistan, yang saat ini masih dikenakan sanksi oleh PBB terkait isu terorisme, telah mengirimkan surat kepada pihak Moskow dengan permohonan agar Wakil Perdana Menteri sementara, Abdul Ghani Baradar, diizinkan untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang akan berlangsung di Kota Kazan, Rusia, pada bulan Oktober 2024. Dalam surat tersebut, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Afghanistan, Nooruddin Azizi, menyatakan ketertarikan delegasi mereka yang terdiri dari Abdul Ghani Baradar dan beberapa anggota lainnya untuk berpartisipasi dalam acara penting tersebut. Pengajuan permintaan resmi kepada pemerintah Rusia untuk menjadi bagian dari KTT BRICS ini menunjukkan upaya Afghanistan untuk terlibat lebih aktif di panggung internasional. Rustam Khabibullin, kepala Pusat Bisnis Rusia di Kabul, menyampaikan informasi tentang pengajuan permohonan tersebut kepada media. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang bagi Afghanistan untuk memperbaiki hubungan diplomatik dan ekonomi, meskipun negara tersebut masih menghadapi berbagai batasan akibat sanksi internasional. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya Taliban untuk memperkuat legitimacy mereka di mata dunia internasional, dengan harapan bahwa partisipasi dalam forum global seperti KTT BRICS dapat membantu merehabilitasi citra Afghanistan di panggung internasional. ANTARA