**Borneonews - Tanjungpinang**, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) telah berhasil melaksanakan program bantuan pemasangan listrik baru gratis yang telah membantu 11.838 rumah tangga di wilayah tersebut selama tiga tahun terakhir. Program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas layanan listrik, terutama di daerah terpencil dan perbatasan.
Suyono Saeran, anggota Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri, menyatakan bahwa sejak Gubernur Ansar Ahmad menjabat pada tahun 2021 hingga 2024, sebanyak 11.838 rumah tangga telah mendapatkan bantuan pemasangan listrik baru secara gratis. Pemprov Kepri, di bawah kepemimpinan Ansar, menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap penyediaan pembangkit dan jaringan listrik di desa-desa serta pulau-pulau terpencil.
Dari total 11.838 pemasangan listrik, rincian dana menunjukkan bahwa 2.356 pemasangan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, dana untuk 4.931 pemasangan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara 4.551 pemasangan lainnya didukung oleh program *corporate social responsibility* (CSR) dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Kepri.
Gubernur Ansar sebagai salah satu upayanya juga meluncurkan program "Kepri Terang," yang bertujuan untuk meningkatkan jam akses listrik di beberapa pulau dan desa. Awalnya, beberapa daerah hanya mendapatkan akses listrik kurang dari 11 jam per hari. Namun, berkat program ini, sejumlah desa seperti Tanjung Kumbik kini mendapat aliran listrik selama 24 jam, diperbaiki dari sebelumnya yang hanya 14 jam.
Beberapa lokasi lainnya yang mengalami peningkatan serupa dalam hal pasokan listrik termasuk Desa Mantang, Pulau Pangkil, Pulau Buluh, Pulau Karas, Pulau Dendun, dan Pulau Nguan. Peningkatan ini memberi dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, yang sebelumnya hanya memanfaatkan listrik dalam waktu terbatas.
Pemprov Kepri berkomitmen untuk memastikan semua wilayah di Kepulauan Riau dapat menikmati ketersediaan listrik yang memadai. Dengan menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan PT PLN (Persero) serta sektor swasta, mereka menargetkan agar hampir seluruh pulau berpenghuni di Kepri dapat teraliri listrik hingga akhir tahun 2025.
Program "Kepri Terang" yang dirancang untuk membangun pembangkit listrik berbasis desa ini telah berhasil meningkatkan angka elektrifikasi di Kepri. Pada akhir tahun 2021, rasio elektrifikasi di daerah ini berada di angka 94,5 persen. Namun, dengan inisiatif yang telah dilaksanakan, rasio elektrifikasi Kepri kini telah meningkat secara signifikan menjadi 97,99 persen pada akhir tahun 2023.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Kepri, saat ini ada sebanyak 394 pulau yang dihuni di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, 334 pulau sudah teraliri listrik, sedangkan 50 pulau lainnya masih belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Pulau-pulau yang belum mendapatkan listrik tersebut terletak di Batam, Karimun, Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Suyono menambahkan bahwa ketersediaan energi listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Selain untuk keperluan penerangan, listrik juga digunakan untuk berbagai keperluan seperti penggerak pompa air, komputer, dan jaringan telekomunikasi. Tanpa akses listrik yang memadai, masyarakat akan menghadapi banyak kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, belajar, dan beribadah.
Program "Kepri Terang" diharapkan menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam beraktivitas. Suyono mengajak semua pihak yang telah menikmati manfaat dari listrik untuk memaksimalkan penggunaannya secara produktif dan berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara. Ia juga menyampaikan pentingnya untuk tetap hemat energi demi kelangsungan aksesibilitas elektrifikasi yang berkelanjutan.
ANTARA
Program Listrik Gratis di Kepri, Meningkatkan Rasio Elektrifikasi
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Komentar (0)
Memuat komentar…







