**Borneonews - Jakarta**, Kepala Pusat Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa penetapan aktivitas Sesar Garut Selatan, atau Sesar Garsela, sebagai penyebab gempa yang merusak di Jawa Barat beberapa hari yang lalu telah dilakukan berdasarkan analisis data yang komprehensif.
Daryono mengungkapkan, gempa yang terjadi di Kabupaten Bandung dan Garut yang tercatat memiliki magnitudo 5,0 tidak dapat disangkal lagi diakibatkan oleh aktivitas Sesar Garsela. Hal ini disampaikannya melalui pesan singkat di Jakarta pada hari Sabtu.
Menurut Daryono, keyakinan tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan analisis ulang, yang melibatkan data gempa susulan yang lebih lengkap. Proses tersebut mencakup relokasi hiposenter serta analisis mekanisme sumber. Sesar Garsela diketahui sebagai zona deformasi yang terdiri dari berbagai sesar, yang menyebabkan sebaran episentrum gempa di kawasan ini menjadi cukup luas. Peta seismik yang dipublikasikan oleh BMKG sebelumnya telah menunjukkan hal ini.
Daryono menjelaskan lebih lanjut bahwa mekanisme sumber gempa menunjukkan orientasi sesar yang berarah timur laut menuju barat daya, yang sesuai dengan jalur dari Sesar Garsela. Dalam keterangan resmi, BMKG mengklasifikasikan gempa dengan kekuatan 5,0 magnitudo yang terjadi pada hari Rabu, 18 September, sebagai gempa terbesar yang dipicu oleh aktivitas Sesar Garsela. Gempa ini mengakibatkan kerusakan pada ratusan rumah dan melukai puluhan orang.
Berdasarkan sebaran gempa susulan, gempa ini termasuk dalam kategori *shallow crustal earthquake* dengan mekanisme sumber berupa sesar geser sinistral. Di masa lalu, Sesar Garsela juga telah memicu gempa dengan magnitudo 4,2 pada 6 November 2016 dan gempa dengan magnitudo 3,9 pada 18 Juli 2017. Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Pangalengan dan Kamojang.
Daryono menambahkan bahwa saat ini hanya Segmen Rakutai dan Segmen Kencana yang terpetakan. Oleh karena itu, gempa dengan magnitudo 5,0 tersebut bisa jadi merupakan segmen baru dalam kawasan Sesar Garsela. Hal ini menimbulkan pendapat di kalangan ahli bahwa diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan informasi terkini, guna memperkuat upaya mitigasi dampak dari gempa di masa mendatang.
ANTARA
BMKG Sebut Sesar Garsela Penyebab Gempa Merusak di Jawa Barat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







