SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Pakar kedokteran olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO., menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk memahami kondisi fisiknya sebelum memulai aktivitas olahraga yang berat. Hal ini bertujuan untuk menghindari gangguan kesehatan, termasuk risiko cedera. Saat ini, olahraga telah menjadi bagian dari tren dan gaya hidup masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Aktivitas seperti lari, bersepeda, bulu tangkis, dan golf semakin diminati. Namun, meskipun berolahraga sangat bermanfaat, Dr. Dhika mengingatkan agar setiap individu memperhatikan kemampuan tubuh mereka sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Dhika dalam acara peresmian klinik olahraga dan rehabilitasi medis hasil kolaborasi antara Welspro Sport Clinic & Performance dan Rumah Sakit Ciputra Surabaya. Banyak individu, terutama mereka yang baru memulai latihan, cenderung berlatih seolah-olah mereka adalah atlet profesional, padahal pendekatan ini keliru. Atlet biasanya berlatih dua kali sehari, dengan waktu istirahat di antara sesi latihan. Sebaliknya, bagi mereka yang bukan atlet, seringkali diharuskan menjalani rutinitas kerja yang padat, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat sebelum berolahraga di malam hari. Dr. Dhika, yang juga merupakan anggota Tim Kesehatan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2024 di Paris, menegaskan bahwa melakukan olahraga secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kemampuan fisik dapat menyebabkan cedera serius, bahkan mengancam jiwa. Sebagai contoh konkret, ia mencatat bahwa ada anggota komunitas yang ingin mencapai pencapaian yang sama dengan rekan-rekannya, meskipun mereka menyadari adanya perbedaan dalam kemampuan fisik masing-masing, serta kualitas dan jenis peralatan yang digunakan saat berolahraga. Dalam komunitas sepeda, misalnya, sering ditemukan bahwa anggota bersepeda bersama meskipun memiliki sepeda dengan spesifikasi yang berbeda. Ada yang menggunakan sepeda dengan *frame* ringan, sementara lainnya menggunakan yang lebih berat. Ketika kondisi fisik setiap individu bervariasi, mereka mungkin terpaksa berusaha keras agar tidak tertinggal dalam rombongan, meskipun kesehatan mereka tidak mendukung. Hal ini berpotensi mengakibatkan kelelahan ekstrem atau bahkan *collaps*. Berdasarkan temuan tersebut, Welspro dan RS Ciputra Surabaya telah meluncurkan program layanan kesehatan dan olahraga kepada masyarakat, baik secara individu maupun kelompok. Layanan ini mencakup pemeriksaan kebugaran, rehabilitasi cedera, serta program kebugaran medis. Direktur RS Ciputra Surabaya, dr. Siska Sindhuatmadja, menyatakan bahwa pihaknya menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif, didukung oleh tim dokter dari berbagai disiplin ilmu serta peralatan medis modern. Tim ini mencakup spesialis ortopedi, dokter olahraga, fisioterapis, serta ahli gizi, dan ke depan, mereka juga akan menyediakan pelatih profesional. Dr. Siska menambahkan bahwa layanan ini tidak hanya ditujukan bagi individu yang sedang sakit atau mengalami cedera, tetapi juga terbuka untuk masyarakat yang sehat dan ingin menjaga kebugaran melalui program olahraga yang sistematis. Presiden Direktur Welspro Clinic, Dr. Agus Chairul Anab, Sp.BS., menyoroti bahwa selama dua tahun terakhir, setelah membuka layanan pertama di Jakarta, mereka telah membantu berbagai perusahaan menyiapkan program *wellness* dan olahraga untuk karyawan, termasuk dukungan bagi atlet profesional. Dr. Aca, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa mereka selalu memulai dengan melakukan asesmen terhadap kondisi kesehatan karyawan sebelum menyusun program yang sesuai. Hal ini terbukti berpengaruh positif terhadap anggaran kesehatan perusahaan. Di sisi lain, dr. Edi Mustamsir, Sp.OT(K), seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari RS Ciputra Surabaya, mengingatkan para atlet dan individu yang mengalami masalah kesehatan atau cedera untuk segera berkonsultasi dengan ahli agar kondisi mereka tidak semakin memburuk. Ia menegaskan pentingnya melakukan langkah yang tepat jika diperlukan tindakan operasi untuk cedera tertentu, sementara beberapa cedera tidak memerlukan operasi dan bisa sembuh melalui fisioterapi. Konsultasi dengan ahlinya sangatlah penting dalam menentukan langkah perawatan yang tepat. ANTARA