PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Pemerintah Provinsi Riau, bersama dengan pemerintah kabupaten dan kota, telah melaksanakan pekan imunisasi nasional (PIN) untuk vaksin polio, yang mencakup dua dosis bagi lebih dari 1,5 juta anak. Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dewi Touw, menjelaskan pada hari Sabtu bahwa sasaran dalam kegiatan imunisasi polio di Riau adalah sebesar 957.075 anak. Hingga tanggal 18 September 2024, jumlah anak yang telah menerima dosis pertama mencapai 86,1 persen, yaitu 824.181 anak, sedangkan untuk dosis kedua, angka ini mencapai 79,9 persen atau setara dengan 764.257 anak. Dewi Touw mengungkapkan, "Hingga batas waktu tersebut, total jumlah anak yang telah mendapatkan PIN Polio adalah 1.588.438." Namun, ia juga menyampaikan bahwa pekan imunisasi di daerah Pekanbaru menunjukkan tingkat partisipasi terendah. Hanya 58,4 persen anak yang menerima dosis pertama, sementara untuk dosis kedua hanya tercatat 38,4 persen. Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh kecenderungan masyarakat di daerah perkotaan, yang lebih rentan percaya pada berita *hoaks* mengenai imunisasi, dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di daerah perkampungan, yang dinilai lebih peduli akan pentingnya imunisasi polio. "Dewasa ini, masyarakat kota lebih cenderung mempercayai informasi yang tidak benar, sementara di perkampungan, kesadaran mengenai imunisasi polio lebih tinggi," tambahnya. Dewi Touw juga menjelaskan bahwa pelaksanaan dosis kedua untuk PIN Polio di Riau direncanakan berakhir pada 23 September 2024. Tanggal ini merupakan perpanjangan, di mana sebelumnya rencana berakhir pada 23 Agustus. Ia menyatakan, "Untuk dosis kedua, kami menghadapi beberapa hambatan, terutama karena banyaknya informasi *hoaks* yang beredar di masyarakat tentang imunisasi Polio. Hal ini berpengaruh pada terlambatnya capaian dibandingkan dengan dosis pertama yang sudah dilaksanakan sebelumnya." ANTARA